TIM nasional Inggris bersiap menghadapi tantangan berat saat menghadapi Panama pada laga pamungkas Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey pada Minggu (28/6).
Pelatih Thomas Tuchel memperkirakan lawannya akan menerapkan pertahanan sangat rapat demi meredam agresivitas The Three Lions. Laga ini menjadi momen penting bagi Inggris setelah sebelumnya ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana. Sepanjang 18 bulan menangani tim, Tuchel mengakui anak asuhnya kerap mengalami kesulitan saat menghadapi lawan yang bermain dengan blok pertahanan rendah dan menumpuk pemain di area sendiri.
Mantan pelatih Chelsea itu juga mengaku belum menemukan formula instan untuk membongkar strategi bertahan ekstrem atau yang kerap disebut “parkir bus”. Menurut Tuchel, Panama berpotensi menerapkan pola serupa yang beberapa kali membuat Inggris kehilangan kreativitas.
“Kami akan menghadapi blok pertahanan rendah lainnya dalam formasi yang berbeda. Kami sekarang melihat formasi lima bek. Untuk banyak momen dalam pertandingan, kita akan melihat enam bek, tujuh bek,” ujar Tuchel dikutip dari the Sun.
Tuchel mengatakan hingga kini belum ada pola pasti yang bisa langsung digunakan timnya untuk mempercepat sirkulasi bola saat ruang di area pertahanan lawan tertutup rapat.
“Saya belum menemukan resep di mana, ‘Mereka melakukan ini, lalu kita melakukan ini dan kemudian kita baik-baik saja’. Sangat sulit untuk mempercepat tempo pertandingan melawan blok pertahanan rendah ini,” kata Tuchel.
Untuk mengamankan kemenangan, Tuchel meminta para pemain Inggris tampil lebih tajam dan berani mengambil risiko di lini serang. Efektivitas dalam memanfaatkan peluang dinilai akan menjadi faktor penentu.
“Ini membutuhkan satu momen berkualitas dan sedikit lebih presisi dalam umpan silang. Bagaimana kita bisa menembak lebih banyak dari luar kotak penalti, mendapatkan defleksi, dan memaksakan gol ini? Itu pada dasarnya adalah pembelajarannya,” pungkas Tuchel. (Ant/P-3)