Arsip Tag: Negara

3 Motif Inggris dan Negara Baltik Gelar Simulasi Perang Melawan Rusia

[ad_1]

loading…

NATO gelar simulasi perang melawan Rusia. Foto/X

MOSKOW – Beberapa negara Eropa Utara, termasuk Inggris , negara-negara Nordik, dan Baltik, berlatih konflik militer dengan Rusia dalam sebuah pertemuan di Norwegia utara minggu ini. Itu dilaporkan Politico. Menteri Pertahanan Ukraina Denis Shmigal dilaporkan juga hadir.

Moskow telah berulang kali menepis tuduhan niat bermusuhan terhadap negara-negara Barat dan menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas militer di dekat perbatasannya.

Para perencana militer Inggris bergabung dengan para menteri pertahanan Nordik dan Baltik di Bodo, untuk simulasikan konflik di negara yang berbatasan dengan Rusia, menurut laporan tersebut.

3 Motif Inggris dan Negara Baltik Gelar Simulasi Perang Melawan Rusia

1. Melibatkan 10 Negara Anggota NATO

Latihan di Bodo dilakukan sebagai bagian dari ‘Pasukan Ekspedisi Gabungan’ (JEF) yang terdiri dari sepuluh anggota NATO Eropa – Belanda, Islandia, Inggris, Denmark, Swedia, Norwegia, Finlandia, Latvia, Lituania, dan Estonia.

Lima negara terakhir berbatasan dengan Rusia dan telah menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap Moskow sejak konflik Ukraina meningkat pada tahun 2022. Semua negara JEF adalah anggota NATO, dengan Finlandia bergabung dengan blok yang dipimpin AS pada tahun 2023 dan Swedia menyusul pada tahun 2024.

Baca Juga: Abaikan Palestina, Kazakhstan Gabung dengan Perjanjian Abraham

2. Ancaman Serangan Rusia Sangat Serius

Menurut London, pertemuan di Norwegia tersebut menyusul berakhirnya latihan militer terbesar JEF minggu lalu. Operasi Tarassis yang berlangsung selama dua bulan di wilayah Baltik Nordik tersebut melibatkan lebih dari 1.700 personel Inggris bersama sekutu JEF.

[ad_2]

6 Tokoh yang Diam-diam Mengendalikan Negara Tanpa Gelar, dari Grigori Rasputin hingga Imelda Marcos

[ad_1]

loading…

Imelda Marcos menjadi salah satu tokoh yang mengendalikan negara tanpa gelar. Foto/X/@OyuluPatrick

LONDON – Lupakan gelar resmi dan pemimpin yang diabadikan. Kekuasaan sejati seringkali tersembunyi dalam bayang-bayang, jauh dari mata publik.

Sepanjang sejarah, banyak sekali individu yang diam-diam telah memimpin negara, mendikte kebijakan, dan memanipulasi kekaisaran. Para “penguasa bayangan” ini beroperasi tanpa gelar yang sah.

Mereka memanfaatkan kepercayaan yang tak tertandingi, kecerdasan politik yang tajam, atau bahkan pengaruh gelap untuk mengendalikan seluruh negara. Kekuasaan mereka absolut, keputusan mereka seringkali tidak dapat diubah. Temukan tokoh-tokoh tersembunyi yang benar-benar mengendalikan sejarah.

6 Tokoh yang Diam-diam Mengendalikan Negara Tanpa Gelar, dari Grigori Rasputin hingga Imelda Marcos

1. Edith Bolling Galt Wilson

Melansir List Verse, ketika Woodrow Wilson menjabat sebagai presiden Amerika Serikat ke-28, istri keduanya, Edith Bolling Galt Wilson, dikenal sebagai “presiden wanita pertama” tanpa pernah menyandang gelar tersebut.

Peran tidak resmi yang luar biasa ini dimulai pada Oktober 1919, ketika Presiden Wilson menderita stroke parah yang membuatnya lumpuh sebagian dan sebagian besar tidak berdaya.

Alih-alih mengakui secara terbuka tingkat keparahan penyakitnya atau mengundurkan diri, sebuah operasi rahasia mulai menyembunyikan sifat sebenarnya dari kondisinya dari publik Amerika dan bahkan kabinetnya sendiri.

Edith Wilson dengan cepat melangkah ke dalam kekosongan, bertindak sebagai penjaga gerbang utama bagi suaminya yang sedang sakit. Ia dengan cermat menyaring semua komunikasi resmi, menentukan dokumen dan keputusan mana yang disajikan kepadanya dan, yang terpenting, bagaimana cara penyajiannya.

[ad_2]

10.000 WNI Terjerat Kasus Online Scam di 10 Negara, Termasuk Kamboja

[ad_1]

loading…

Istana Kerajaan Phnom Penh Kamboja. Foto/IStockphoto

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkap jumlah warga negara Indonesia ( WNI ) yang terlibat kasus penipuan online (online scam) terus meningkat dari tahun ke tahun. Sejak 2020 hingga kini, lebih dari 10.000 WNI tercatat terjerat jaringan kejahatan tersebut yang tersebar di 10 negara, termasuk Kamboja.

“Sejak tahun 2020 hingga saat ini total lebih dari 10.000 kasus online scam yang terjadi yang awalnya hanya terjadi di Kamboja menyebar ke 9 negara lain. Total ada 10 negara yang kami catatkan memiliki kasus WNI yang terlibat online scam,” ungkap Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha dalam keterangannya, Senin (20/10/2025).

Judha menegaskan, pemerintah terus berupaya memberikan perlindungan dan pemulangan bagi WNI yang menjadi korban, sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terus berulang.

Baca juga: 97 WNI Kabur dari Perusahaan Online Scam Kamboja, 4 Ditahan Polisi

[ad_2]

5 Negara yang Terancam Punah, dari Penduduk Menyusut hingga Daratan Perlahan Tenggelam

[ad_1]

loading…

Tuvalu menjadi salah satu negara yang terancam punah karena perlahan tenggelam oleh naiknya permukaan laut. Foto/The Guardian

JAKARTA – Narasi “punah” biasanya diasosiasikan dengan satwa, bukan negara. Namun di abad ke-21, istilah ini mulai terasa relevan untuk manusia dan peradabannya.

Musababnya, kini ada negara-negara yang menghadapi ancaman eksistensial nyata—bukan karena perang atau bencana alam, melainkan akibat dua arus besar zaman: penurunan angka kelahiran ekstrem dan kenaikan permukaan laut global.

5 Negara yang Terancam Punah

Berikut ini lima negara yang paling terancam punah, sebagian karena penduduknya berhenti melahirkan, dan sebagian lagi karena daratannya perlahan tenggelam.

1. Korea Selatan, Negara yang Nyaris Berhenti Melahirkan

Total Fertility Rate (TFR) Korea Selatan pada 2024 hanya 0,72 anak per wanita, dan diperkirakan turun ke 0,68 pada 2025—terendah di dunia.

Baca Juga: Tuvalu Terancam Tenggelam Beneran, Cari Cara Hukum agar Tetap Jadi Negara

Populasi di negara ini mulai menurun sejak 2021, dan menurut proyeksi akan turun dari 52 juta menjadi hanya 36 juta jiwa pada tahun 2070.

Lebih dari 24% penduduknya sudah berusia di atas 65 tahun, dan diperkirakan mencapai 50% pada 2075.

Korea Selatan menjadi contoh paradoks modern, di mana negaranya berteknologi tinggi, kaya, dan stabil tapi generasi mudanya kehilangan minat untuk menikah dan mempunyai anak.

Alasan utamanya adalah biaya hidup ekstrem, harga rumah yang selangit, jam kerja panjang, serta ketimpangan gender dalam karier dan keluarga.

Media lokal, mengutip para analis demografi, menyebut kondisi ini sebagai “the slow suicide of a nation” atau “bunuh diri perlahan lewat pilihan sosial”.

[ad_2]

4.610 Meter Kubik Kayu Illegal Logging Diamankan, Kerugian Negara Rp230 Miliar

[ad_1]

loading…

Ketua Pelaksana Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Febrie Adriansyah. Foto/SindoNews TV

GRESIK – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) berhasil mengamankan 4.610 meter kubik kayu dari hasil pembalakan liar (illegal logging) di hutan Kepulauan Mentawai. Kayu-kayu itu berhasil diamankan di Gresik, Jawa Timur.

“Ini sudah asal kayu dari Kepulau Mentawai, Kecamatan Sipora, dan ini sudah dirambah 730 hektare. Bayangkan kalau kita diamkan ini, ini pasti akan habis,” kata Ketua Pelaksana Satgas PKH Febrie Adriansyah.

Febrie mengungkapkan, pihaknya belum mendapati tersangka dalam kasus ini. Namun, ia menuturkan, ada salah satu koorporasi yang diduga terlibat dalam pembalakan liar ini.

Baca juga: Main Gaple dengan Aziz Wellang, Menteri Karding: Setelah Dicek Tak Lagi Berstatus Tersangka Kasus Pembalakan Liar

[ad_2]

Bahlil Ungkap Daftar Negara yang Campur Etanol ke BBM, Brazil Sudah 100%

[ad_1]

loading…

Menteri Bahlil Lahadalia mengatakan pencampuran etanol dalam kandungan BBM merupakan hal lazim di berbagai negara, berikut 10 daftar negara penggunanya. Foto/Dok

JAKARTA – Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pencampuran etanol dalam BBM merupakan hal yang lazim di berbagai negara. Bahkan Brazil, ia sebut sudah mampu mencapai campuran 100% menggunakan etanol.

Ia mengatakan penggunaan etanol dalam campuran BBM sendiri merupakan upaya dalam mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan dari pembakaran BBM pada kendaraan. Semakin tinggi kandungan etanol, maka emisi gas buang dianggap lebih rendah dibandingkan BBM murni.

“Di dunia sekarang ini lagi ramai di sosmed sekarang, menyangkut dengan E27, E30, E85, itu adalah bensin yang dicampur atau di blending dengan etanol. Brazil adalah negara yang mencampur bensinnya dengan etanol 27% mandatori. Tetapi di beberapa provinsi mereka, yang produksi etanolnya bagus, itu sampai sudah ada E100,” ujar Bahlil di JCC Senayan, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga: Alasan 3 SPBU Asing Batal Beli BBM, Pertamina Buka Suara Soal Kandungan Etanol

Selain Brazil, Bahlil memaparkan beberapa negara lain yang sudah mencampur etanol dalam kandungan BBM. Seperti Amerika Serikat (AS) yang mencampur etanol 10% hingga 85% di beberapa bagian negara tersebut.

Ada juga India telah mencampur kandungan etanol di BBM sekitar 20% alias E20, Thailand menerapkan bioetanol untuk E20 sampai E85, Argentina mencampur etanol 12% untuk produk BBM. Sementara itu Jerman, Vietnam, Filipina, Perancis, dan China masing-masing telah mencampurkan kandungan etanol 10% untuk produk BBM-nya.

“Ini kebijakan yang dilakukan untuk apa? Yang pertama adalah memanfaatkan hasil sumber daya alam mereka untuk mengurangi impor. Yang kedua adalah untuk melahirkan energi yang bersih,” sambungnya.

[ad_2]

Bocoran Dokumen Moskow Ungkap Negara Ini Pembeli Pertama Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia

[ad_1]

loading…

Bocoran dokumen pertahanan Moskow ungkap Aljazair jadi negara pertama yang membeli jet tempur siluman Su-57 Rusia. Foto/The National Interest

MOSKOW – Kelompok hacker telah meretas dokumen Concern Radio-Electronic Technologies, anak perusahaan Rostec Rusia. Menurut bocoran dokumen tersebut, Aljazair menjadi negara pertama yang membeli jet tempur siluman Su-57 Felon sebanyak 12 unit.

Selain Su-57, Aljazair juga disebut membeli 14 unit pesawat pengebom tempur Sukhoi Su-34 Fullback Rusia.

Di antara sejumlah detail penting lainnya, dokumen tersebut mencantumkan biaya pasti, tanggal pengiriman, dan strategi ekspor untuk beberapa jet tempur Sukhoi yang ditujukan kepada pelanggan internasional, termasuk Aljazair, Iran, dan Ethiopia.

Baca Juga: Bocoran Dokumen Moskow: Iran Borong 48 Jet Tempur Su-35 Rusia Rp116,4 Triliun

Sebelumnya, bocoran dokumen itu menyebutkan bahwa Iran telah memesan 48 unit jet tempur Su-35, sementara Ethiopia telah memesan enam unit.

Kendati demikian, menurut laporan EurAsian Times, Kamis (9/10/2025), keaslian dokumen yang diretas itu belum bisa diverifikasi secara independen.

Media pemerintah Aljazair juga pernah melaporkan pembelian tersebut dan mengeklaim bahwa pilot Aljazair sedang berlatih menggunakan jet-jet itu di Rusia.

Su-34ME (model ekspor Su-34M), yang ditujukan untuk Aljazair, memiliki beberapa upgrade yang dirancang untuk memenuhi persyaratan ekspor, menggabungkan adaptasi lingkungan, dan menggabungkan fitur-fitur kemampuan bertahan hidup yang canggih.

[ad_2]

Makna Halal Bergeser! Bukan Saudi Arabia, China Jadi Negara Penghasil Produk Halal Terbesar

[ad_1]

loading…

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan alias Babe Haikal mengatakan, bahwa makna halal secara global telah mengalami pergeseran besar. Foto/Dok

JAKARTA – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) , Ahmad Haikal Hasan alias Babe Haikal mengatakan, bahwa makna halal secara global telah mengalami pergeseran besar. Hal ini ditandai oleh semakin banyaknya negara nonmuslim yang memiliki sertifikasi halal hingga ekspor produk halal .

Menurutnya konsep halal kini tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi telah menjadi simbol kebersihan, kesehatan, transparansi, dan keterlacakan sumber produk hingga bahan baku yang digunakan.

“Halal telah berubah. Halal sekarang menjadi simbol kebersihan, simbol kesehatan, transparansi, keterbukaan. Halal itu traceability, bisa ditelusuri sumbernya, jelas bahan-bahannya,” ujarnya dalam media gathering di Jakarta, Senin (6/10/2025).

Baca Juga: Industri Halal Indonesia Diaku Dunia, Kepala BPJPH: Semua Belajar dari Sistem Kita

Menurutnya penting menghapus pandangan sempit yang mengaitkan halal semata-mata dengan identitas agama Islam. Justru terang dia, kesadaran akan pentingnya produk halal kini justru banyak tumbuh di negara-negara non-Muslim. Ia memaparkan, bahwa produsen produk halal terbesar di dunia bukan berasal dari negara-negara Timur Tengah.

“Jangan lagi bawa-bawa kalau halal itu hanya untuk Muslim, atau kalau tidak halal berarti non-Muslim. Tidak boleh kalimat itu keluar,” kata Babe Haikal.

“Negara pertama penghasil produk halal terbesar di dunia itu China, bukan Saudi Arabia. Negara kedua Brazil, bukan Yordania. Negara ketiga Amerika Serikat, bukan Kuwait, bukan Dubai, bukan UEA,” sambungnya.

[ad_2]

Warga RI Ramai-ramai Pindah ke BBM Non Subsidi, Negara Hemat Rp12,6 Triliun

[ad_1]

loading…

Pengendara mobil dan sepeda motor mengisi BBM non subsidi di salah satu SPBU, di Jakarta. FOTO/Arif Julianto

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan terjadinya perubahan signifikan dalam pola konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) masyarakat Indonesia pada pertengahan 2025. Terjadi pergeseran konsumsi dari BBM bersubsidi jenis Pertalite menuju BBM non-subsidi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan penjualan Pertalite atau RON 90 mengalami penurunan, sementara BBM non-subsidi justru meningkat. Perubahan pola ini terpantau sejak Juli-Agustus 2025.

“Pada tahun 2025 ini terjadi hal yang tidak biasa. Sejak Juli-Agustus kemarin, terjadi shifting atau perubahan pola konsumsi. Konsumen yang tadinya menggunakan RON 90 atau Pertalite itu cenderung turun dan beralih ke RON yang lebih tinggi,” ujar Laode dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga: Harga BBM Pertamina Ada yang Naik per 1 Oktober 2025, Ini Daftar Lengkapnya

Secara rinci, rata-rata penjualan harian Pertalite turun 5,10 persen dari 81.106 kiloliter (KL) per hari pada 2024 menjadi 76.970 KL per hari hingga Juli 2025. Sebaliknya, penjualan harian BBM non-subsidi, di antaranya RON 90, 92, 95, dan 98 justru naik 19,21 persen dari 19.061 KL per hari pada 2024 menjadi 22.723 KL per hari pada 2025.

Perubahan ini juga tercermin dari pergeseran market share. Pangsa pasar BBM non-subsidi meningkat dari 11 persen pada 2024 menjadi 15 persen pada 2025.

Dampak positif dari perubahan konsumsi ini langsung terasa pada penghematan anggaran negara. Laode menjelaskan, kompensasi subsidi Pertalite yang pada 2024 mencapai Rp48,923 triliun, diproyeksikan turun menjadi Rp36,314 triliun pada 2025.

[ad_2]

Terungkap Antam Impor 30 Ton Emas Per Tahun, Ini 2 Negara Asalnya

[ad_1]

loading…

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, Achmad Ardianto mengungkapkan, bahwa perseroan masih harus mengimpor emas sekitar 30 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik. Foto/Dok

JAKARTA – Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam , Achmad Ardianto mengungkapkan, bahwa perseroan masih harus impor emas sekitar 30 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik. Hal ini disebabkan karena kemampuan produksi emas Antam saat ini, hanya mencapai satu ton per tahun.

“Mungkin 30-an ton (impor setahun). Potensi kita 90 ton Pak,” ungkap Ardianto dalam RDP di Komisi VI DPR, Senin (29/9/2025).

Ardianto menjelaskan bahwa kebutuhan emas di dalam negeri tahun ini mencapai 43 ton, meningkat dari 37 ton tahun lalu. Sementara Antam hanya memiliki satu wilayah kerja tambang emas di blok Pongkor.

Impor emas dilakukan dari Singapura dan Australia melalui perusahaan dan lembaga yang terafiliasi dengan London Bullion Market (LBMA). Baca Juga: Terungkap! Ternyata RI Banyak Impor Emas dari Hong Kong

Selain dari impor, kebutuhan emas Antam juga dipenuhi dari buyback masyarakat dan pembelian dari sejumlah perusahaan tambang emas domestik. Namun kontribusi dari perusahaan lokal ini hanya sekitar 2,5 ton.

Permasalahan utamanya, menurut Ardianto, adalah tidak adanya aturan yang mewajibkan perusahaan-perusahaan tambang emas di Indonesia untuk menjual produknya ke Antam.

“Nah, persoalannya adalah tidak ada aturan yang mewajibkan mereka untuk menjual ke Antam. Jadi menjadikan, menjadi fleksibilitas bagi perusahaan tambang di Indonesia untuk menjualnya di dalam negeri ataupun mengekspor,” ungkap Ardianto.

[ad_2]