Arsip Tag: Prabowo

Prabowo Ingin Semua Lembaga Produk Reformasi Dievaluasi, Bukan Hanya Polri

[ad_1]

loading…

Presiden Prabowo Subianto meminta semua lembaga produk reformasi segera dievaluasi. Evaluasi kelembagaan akan dilakukan secara berkala, tidak terbatas pada aspek kinerja, tetapi juga menyangkut restrukturisasi lembaga. Foto: Setpres

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta semua lembaga produk reformasi segera dievaluasi dan dikaji. Evaluasi kelembagaan akan dilakukan secara berkala, tidak terbatas pada aspek kinerja, tetapi juga menyangkut restrukturisasi lembaga itu sendiri.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie usai dilantik Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Baca juga: Daftar Lengkap 10 Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Ada 3 Mantan Kapolri

“Presiden sangat responsif terhadap aspirasi rakyat mengenai kepolisian. Bahkan, beliau juga menyampaikan, bukan hanya kepolisian sebetulnya yang harus dievaluasi, semua kelembagaan yang kita bangun sesudah reformasi perlu dikaji,” ujarnya.

Komisi Percepatan Reformasi Polri dibentuk sebagai upaya Prabowo dalam memenuhi harapan dan aspirasi masyarakat terkait perbaikan institusi kelembagaan. Dia menegaskan hasil aspirasi yang terkumpul nantinya ditelaah untuk kemudian ditindaklanjuti.

[ad_2]

Pemerintahan Prabowo Lakukan Penataan Mendasar, Golkar Siap Terdepan Mendukung

[ad_1]

loading…

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. Foto/Istimewa

JAKARTA – Langkah-langkah yang ditempuh Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan amanah rakyat menunjukkan arah penataan yang sistematis dan berlandaskan falsafah serta ideologi bangsa. Kebijakan pemerintah saat ini bukan sekadar administrasi teknis, tetapi merupakan bagian dari pembaruan mendasar terhadap sistem pengelolaan negara.

Hal tersebut menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. “Langkah Presiden Prabowo sangat jelas. Beliau melakukan penataan menyeluruh berdasarkan nilai-nilai falsafah dan ideologi bangsa asas kekeluargaan, gotong royong, nasionalisme, dan keadilan sosial,” kata Idrus di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Menuru dia, langkah awal pemerintah adalah memantapkan kembali nilai dasar pembangunan nasional agar sejalan dengan empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Selanjutnya, pemerintah melakukan evaluasi serta pembongkaran terhadap praktik lama yang tidak mencerminkan nilai ideologis bangsa dan kerap hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Baca juga: Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar

“Pak Prabowo tegas. Beliau tidak ragu membongkar sistem lama yang tidak berpihak kepada rakyat. Termasuk di sektor energi dan sumber daya alam, di mana banyak kebijakan selama ini tidak sesuai dengan kepentingan rakyat banyak,” tuturnya.

[ad_2]

Kopdes Merah Putih Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto

[ad_1]

loading…

Kopdes Merah Putih ini menjadi salah satu upaya pemerintahan Presiden Prabowo dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Foto/Dok

JAKARTA – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ditandai dengan capaian dalam pemberdayaan ekonomi rakyat. Salah satu tonggak utamanya adalah keberhasilan membentuk 80.081 Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.

Ini sebuah langkah konkret untuk mewujudkan Asta Cita , terutama poin keenam: membangun dari desa dan dari bawah demi pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono menegaskan, bahwa Kopdes Merah Putih bukan sekadar program ekonomi biasa, melainkan gerakan nasional untuk mengembalikan koperasi sebagai soko guru ekonomi rakyat.

Koperasi Desa Merah Putih adalah gerakan negara, bukan hanya program pemerintah biasa. Ini adalah upaya menyelamatkan ekonomi rakyat dengan mengembalikan koperasi pada fungsi aslinya sebagai soko guru ekonomi rakyat,” ujarnya dalam sebuah dialog belum lama ini.

Baca Juga: Kompensasi Pengalihan Sebagian TKD, Pendanaan Kopdes Merah Putih Capai Rp16 Triliun

Diluncurkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025 di Klaten, Jawa Tengah, program Kopdes Merah Putih kini telah mencapai seluruh target tahun pertamanya.Sebanyak 80.081 koperasi telah memiliki legalitas penuh dan lebih dari 65% di antaranya telah memasuki fase operasional aktif di berbagai sektor, mulai dari distribusi kebutuhan pokok, pengelolaan hasil pertanian, hingga layanan kesehatan desa.

Sebagian besar koperasi telah membuka gerai desa dan gudang distribusi, berfungsi sebagai penyalur bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, pupuk bersubsidi, serta LPG 3 kilogram. Selain itu 20.000 koperasi kini juga berperan sebagai offtaker hasil produksi petani dan nelayan, memasarkan produk pertanian dan perikanan ke pasar regional dan nasional.

Ferry menjelaskan, bahwa Kopdes Merah Putih ini menjadi salah satu upaya pemerintahan Presiden Prabowo dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Tak hanya itu, dia meyakini Kopdes Merah Putih yang telah beroperasi ini bisa menjadi pelopor yang mampu mengangkat derajat perekonomian desa.

“Negara yang merdeka adalah negara yang bisa memberi makan rakyatnya, bangsa yang merdeka adalah yang bisa menjamin kehidupan yang layak bagi seluruh rakyatnya,” ujar Ferry.

Lebih lanjut Ferry menjelaskan, bahwa setiap koperasi desa mendapatkan plafon modal sebesar Rp3 miliar. Dari jumlah tersebut, sebagian akan digunakan membangun gudang, gerai, dan sarana pendukung yang akan menjadi aset milik desa dan dikelola koperasi.

“Total modal yang dialokasikan mencapai Rp240 triliun. Ini bukan pengeluaran yang tidak menghasilkan, melainkan investasi yang akan menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa,” jelas dia.

[ad_2]

Setahun Pemerintahan Prabowo Dipuji, Program Strategisnya Dianggap Terukur

[ad_1]

loading…

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin (20/10/2025) hari ini tepat 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran sejak dilantik tahun lalu. Foto/BPMI

JAKARTA – Kinerja setahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dipuji Rektor Universitas Quality Medan Dedi Holden Simbolon. Menurut Dedi, kinerja setahun Pemerintahan Prabowo tegas, terukur, dan berpihak pada rakyat.

Menurut dia, arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menunjukkan komitmen kuat untuk membangun bangsa yang maju dan bermartabat.

“Ketegasan Presiden Prabowo dalam memastikan kebijakan program strategis berjalan sangat terlihat di tengah berbagai pro dan kontra. Itu bukti komitmen beliau memastikan arah kemajuan bangsa ke depan tidak boleh menyimpang,” ujar Dedi dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).

Setahun Pemerintahan Prabowo Dipuji, Program Strategisnya Dianggap Terukur

Baca juga: Setahun Kepemimpinan, Prabowo Jadikan Pertahanan sebagai Instrumen Diplomasi

Dia menilai fokus Presiden Prabowo terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan nasional menjadi fondasi penting dalam membentuk SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. “Kedua sektor itu kini semakin mendapat perhatian serius dan diarahkan secara terukur untuk menghasilkan bangsa yang berdaya saing,” tuturnya.

[ad_2]

Satu Tahun Pemerintahan Jadi Momentum Tepat Prabowo Evaluasi Kabinet Merah Putih

[ad_1]

loading…

Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto menjadi momentum emas bagi kepala negara untuk mengevaluasi secara menyeluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Foto: Dok Sindonews

JAKARTA – Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto menjadi momentum emas bagi kepala negara untuk mengevaluasi secara menyeluruh jajaran Kabinet Merah Putih . Dalam periode singkat ini, tentu ada sejumlah capaian, tapi juga banyak target yang jauh dari harapan.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, menteri bukan sekadar pembantu presiden, tapi juga penentu keberhasilan program dan janji politik presiden kepada rakyat. “Faktanya, masih ada menteri yang justru menjadi beban, bukan solusi,” ujar Pangi, Selasa (21/10/2025).

Baca juga: Satu Tahun Prabowo-Gibran, Menko Polkam Djamari: Kondisi Politik dan Keamanan Sangat Kondusif

Presiden sudah memberikan sinyal tegas. Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan tidak akan ragu untuk me-reshuffle menteri nakal yang sudah tiga kali diingatkan.

Karena itu, Pangi memandang bahwa presiden harus berani menggunakan hak prerogatifnya secara tegas dan tepat. Menteri yang selama satu tahun tidak menunjukkan hasil nyata harus segera dicopot.

“Negara tidak butuh pejabat yang hanya sibuk pencitraan, asal setor muka, atau sekadar memberikan kabar gembira tanpa kerja nyata,” ucapnya.

Menurut dia, program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, sekolah rakyat, layanan kesehatan gratis, subsidi upah, swasembada pangan, dan pelayanan haji, tidak boleh diserahkan kepada orang yang salah.

[ad_2]

Prabowo Bakal Ubah Sampah Jadi Listrik dalam 2 Tahun, Salah Satunya Bantar Gebang

[ad_1]

loading…

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 34 PLTSa di seluruh Indonesia dalam dua tahun ke depan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Foto: Biro Setpres

JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di seluruh Indonesia dalam dua tahun ke depan. Proyek strategis ini akan dijalankan melalui Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah untuk menyulap tumpukan sampah di kota-kota besar menjadi sumber energi listrik.

Baca juga: Presiden Prabowo: TNI Anak Kandung Rakyat, Siap Mati untuk Rakyat

Prabowo menuturkan penanganan limbah kini menjadi prioritas nasional mengingat volume sampah di beberapa daerah telah mencapai tingkat mengkhawatirkan.

“Bantar Gebang saya dapat laporan sudah mencapai puluhan juta ton. Limbahnya 55 juta ton sudah menggunung. Kalau terjadi hujan deras itu bisa membahayakan kampung di sekitarnya,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025) atau bertepatan dengan satu tahun pemerintahannya.

[ad_2]

Canda Prabowo Sering Bilang Lulusan Oxford-Harvard, Padahal Hanya ke Toko Bukunya

[ad_1]

loading…

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kerap melontarkan candaan bahwa dirinya merupakan lulusan Universitas Oxford, Inggris, bahkan Harvard di Amerika Serikat. Foto/Binti Mufarida

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kerap melontarkan candaan bahwa dirinya merupakan lulusan Universitas Oxford, Inggris, bahkan Harvard di Amerika Serikat . Namun, dengan gaya khasnya, ia menegaskan bahwa “kuliah di Oxford-Harvard” yang dimaksud hanyalah sebatas berkunjung ke toko buku kampus ternama itu.

Cerita ini dibagikannya saat menjadi pembicara dalam acara Forbes Global CEO Conference di Jakarta, Rabu (15/10/2025) malam. Prabowo mengatakan, lelucon itu muncul karena dirinya memahami karakter para kolega dari dunia Anglo-Saxon yang sangat mengagumi universitas-universitas bergengsi seperti Oxford, Cambridge, Harvard, MIT, hingga Princeton.

“Bagi mereka, Anda tahu, orang-orang Persemakmuran Inggris sangat terkesan mendengar kata Oxford dan Cambridge. Dan bagi orang-orang yang berorientasi Amerika, sangat terkesan dengan Harvard, MIT, Princeton, Cornell, jadi saya mengerti itu,” kata Prabowo.

Baca Juga: Prabowo: Pendidikan yang Bagus Perlu Uang, Bukan dengan Omon-omon

Prabowo kemudian menuturkan pengalamannya ketika menghadiri acara ulang tahun Ratu Inggris di Jakarta. Saat itu, ia datang bersama seorang deputinya yang merupakan lulusan London School of Economics (LSE).

Menurutnya, para diplomat muda Inggris di acara tersebut lebih tertarik berbincang dengan deputinya dibanding dirinya. “Jadi di resepsi, semua diplomat muda Inggris mengelilinginya dan tidak menyapaku sama sekali,” kata Prabowo.

Untuk mendapat perhatian yang sama, Prabowo kemudian melontarkan candaan bahwa dirinya juga lulusan Oxford. Saat para diplomat mulai penasaran, ia menimpali dengan pengakuan lucu sebenarnya hanya ke toko bukunya.

[ad_2]

Perintah Prabowo, Dapur MBG Harus Siapkan 2 Jenis Lauk

[ad_1]

loading…

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto/Dok SindoNews

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG menyiapkan dua jenis lauk dalam hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini lantaran Prabowo bercita-cita agar anak-anak Indonesia berkecukupan gizi.

“Selain susu, harus ada dua jenis lauk, bukan satu,” kata Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang, dalam keterangan resminya, Rabu (15/10/2025).

Instruksi agar setiap dapur MBG menyiapkan dua jenis lauk setiap hari itu diberikan, karena Presiden Prabowo bercita-cita agar anak-anak Indonesia berkecukupan gizi. “Beliau bercita-cita agar ke depan generasi muda Indonesia menjadi generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan mampu bersaing di kancah global,” kata Nanik.

Baca Juga: Marak Kasus Keracunan MBG, Prabowo: Waspada, Jangan Sampai Dipolitisasi

Bahkan, kata Nanik, Presiden Prabowo sampai menghitung sendiri menu makanan untuk para siswa. Hal itu terjadi ketika Presiden merancang program MBG serta perhatiannya kepada kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.

[ad_2]

Eks Pimpinan KPK Geram Penegak Hukum Tak Paham Perintah Prabowo Soal Pemberantasan Korupsi

[ad_1]

loading…

Pimpinan KPK 2015-2019 Saut Situmorang memuji komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi. Foto/SindoNews

JAKARTA – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2015-2019 Saut Situmorang memuji komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi. Hal itu dibuktikan dari banyaknya kasus mega korupsi yang diungkap dalam setahun pemerintahannya.

Hal itu ditegaskan Saut Sitomorang saat menjadi narasumber di Podcast SindoNews “To The Po!nt Aja” dikutip pada Selas (14/10/2025).

“Per hari ini, dia presiden yang berbeda dari sisi antikorupsi. Sorry kalau gue bandingin mulai dari negeri ini berdiri. Soal itu nanti jadi kenyataan itu kita pegang omongannya. Kita sudah lihat statemen-statemennya. Kalau zaman dulu, Ismail Marzuki nyanyi antikorupsi aja tidak boleh, engak boleh Pak,” ujarnya.

Baca juga: Prabowo Kaget, Ternyata Korupsi di Indonesia Sangat Parah

Saut kemudian menyinggung pidato Prabowo pada 18 Agustus di DPR. Saat itu, Prabowo dengan tegas menyatakan, akan memberantas korupsi di Indonesia.

[ad_2]