DI tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas, Komisi VII DPR RI mendorong pemerintah memperkuat sektor pariwisata sebagai mesin utama menambah devisa negara yang cepat, merata, dan padat karya.
“Kalau sektor lainnya (ekspor) harganya goyang, investasi asing menahan diri, maka pariwisata jadi sektor paling cepat memutar uang dan masuk ke kantong rakyat. Satu turis masuk, devisa langsung cair untuk tukang ojek, pedagang pasar, homestay, sampai UMKM,” kata Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Senin (8/6).
Sebagaimana diketahui, target devisa Pemerintah adalah sebanyak 16-17,6 juta wisatawan mancanegara (wisman) dengan potensi devisa Rp375-416 triliun pada 2026 ini dengan memberikan dampak langsung ke UMKM melalui belanja wisman yang langsung masuk ke perhotelan, restoran, ojek, guide, serta homestay.
Melihat situasi gejolak global, khususnya konflik di Timur Tengah, yang diproyeksikan dapat mengurangi sekitar 60 ribu kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan berpotensi menimbulkan kehilangan devisa hingga Rp2,04 triliun pada 2026, Indonesia perlu mampu melihat kondisi tersebut sebagai peluang.
Secara geografis, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis untuk menarik wisatawan asing. Momentum ini dapat dimanfaatkan dengan memperkuat promosi dan daya tarik lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), yakni Danau Toba, Mandalika, Candi Borobudur, Likupang, dan Labuan Bajo, sehingga Indonesia dapat menjadi alternatif destinasi wisata unggulan bagi wisatawan internasional.
Gandung juga mendorong pemerintah agar menggenjot wisatawan nusantara (Wisnus) agar menahan uang di dalam negeri untuk menggerakkan ekonomi lokal dan nasional. Pada Juli 2025, perjalanan wisnus tercatat 100,2 juta atau naik 29,72%. Komisi VII, lanjut dia, siap mengawal anggaran promosi, regulasi safety, dan kebijakan pajak yang pro pariwisata.
“Di saat dolar naik-turun, senyum wisman yang belanja di seluruh destinasi wisata dan pasar UMKM, itu nilainya pasti dan terasa langsung oleh masyarakat,” pungkas dia. (Fal)