ROY Suryo resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. Selain Roy Suryo, Polda Metro Jaya total menetapkan tujuh orang lainnya. Mantan mantan menteri pemuda dan olahraga era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu bahkan dikenakan pasal tambahan oleh kepolisian bersama dua orang lainnya.
Polda Metro Jaya resmi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam laporan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), terkait tudingan ijazah palsu. Delapan tersangka itu dibagi menjadi dua klaster berdasarkan peran dan keterlibatan masing-masing dalam penyebaran informasi.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan dan gelar perkara.
Baca juga : Polda Metro Jadwalkan Klarifikasi Roy Suryo Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi
“Berdasarkan hasil penyidikan, kami menetapkan delapan orang sebagai tersangka yang kami bagi dalam dua klaster,” ujar Asep dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (7/11).
Klaster 1 yakni Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Eggi Sudjana; Anggota TPUA, Kurnia Tri Royani; Pengamat Kebijakan Umum, Hukum, dan Politik, Damai Hari Lubis; Mantan aktivis 1998, Rustam Effendi; dan Wakil Ketua TPUA, Muhammad Rizal Fadillah.
Untuk klaster 2 yakni Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo; Ahli Digital Forensik, Rismon Hasiholan Sianipar; dan Dokter, Tifauzia Tyassuma alias dr. Tifa.
Ttiga tersangka dari klaster kedua, yaitu Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan dr. Tifa, dikenakan pasal tambahan terkait manipulasi data digital.
“Untuk tiga tersangka di klaster kedua, mereka disangkakan Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP dan atau Pasal 32 Ayat 1 jo Pasal 48 Ayat 1, serta Pasal 35 jo Pasal 51 Ayat 1 UU ITE,” ujar Asep. (H-4)
Surat Al-Jumuah (??????) merupakan surat yang sering dibaca oleh para Imam pada Hari Jumat. Di antara keutamaan surat ini yaitu seruan untuk melaksanakan salat Jumat dan mencari rezeki yang halal. Foto ilustrasi/ist
Tadabur surat-surat Al Quran kali ini tentang Surat Al Jumu’ah. Surat Al-Jumu’ah (الجمعة) merupakan surat yang sering dibaca oleh para Imam pada Hari Jumat. Di antara keutamaan surat ini yaitu seruan untuk melaksanakan salat Jumat dan mencari rezeki yang halal.
Surat Al-Jumu’ah terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Madaniyyah diturunkan sesudah Surat Ash-Shaf. Nama Al-Jumu’ah diambil dari kata Al-Jumu’ah yang terdapat pada ayat 9 surat ini yang artinya hari Jum’at. Secara bahasa bermakna hari perkumpulan diambil dari perkataan Al-Jumu’ah (Jama’).
Keistimewaan Surat Al-Jumu’ah
Dari Ubaidillah bin Abi Rafi’, mantan budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau menceritakan, Marwan pernah menunjuk Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu untuk menjadi imam di Madinah, lalu Abu Hurairah mengimami kami salat Jumat. Beliau membaca Surat Al-Jumu’ah di rakaat pertama, dan membaca Surat Al-Munafiqun pada rakaat kedua.
Ketika aku ketemu Abu Hurairah, aku sampaikan kepada beliau, Anda membaca surat yang pernah dibaca Ali bin Abi Thalib sewaktu di Kufah. Kemudian Abu Hurairah berkata:
إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ بِهِمَا
“Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca dua surat itu.” (HR Turmudzi 521)
Baca juga: Keutamaan Malam Jumat dan Amalan-amalan yang Dianjurkan
Surat Al-Jumu’ah memiliki keutamaan dimana pada ayat 9 terdapat seruan melaksanakan salat Jumat. Ayat ini mewajibkan umat muslim untuk meninggalkan semua kegiatan jual beli dan segera melangkahkan kaki menuju ke masjid.
“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al-Jumuah: 9)
Pameran industri kaca dan fasad terbesar Asia Tenggara, Glasstech Asia & Fenestration Asia 2025, dibuka di ICE BSD dengan 200 peserta dari 9 negara.(MMI Asia Pte. Ltd)
AJANG pameran dagang industri kaca dan fasad paling berpengaruh di Asia Tenggara, Glasstech Asia (edisi ke-21) dan Fenestration Asia (edisi ke-8) (GAFA) 2025, resmi dibuka hari ini di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Berlangsung pada 6–9 November 2025, pameran ini siap menyambut lebih dari 5.000 profesional untuk bertemu dengan lebih dari 200 brand peserta pameran.
Diselenggarakan oleh MMI Asia Pte. Ltd., yang merupakan bagian dari Messe München GmbH, dan didukung oleh pelaku penyelenggara lokal, GAFA 2025 menjadi platform utama untuk pertukaran pengetahuan, kemajuan teknologi, dan pengembangan bisnis di sektor industri kaca dan fasad. Ajang berskala internasional ini dimeriahkan oleh kehadiran peserta pameran dari 9 negara, yaitu China, Taiwan, Italia, Jepang, Malaysia, Jerman, Singapura, Spanyol, dan Korea Selatan. Para peserta internasional ini juga tergabung dalam paviliun-paviliun khusus, seperti International Pavilion, Singapore Pavilion, dan China Pavilion.
GAFA 2025 juga menampilkan deretan pemain besar industri lokal seperti PT Asahimas Flat Glass Tbk, MAGI Glass, Pelitamaju Facades, PT. MULIAGLASS, Himalaya Abadi, PT Karya Mulia Glassindo, dan Norfet Aluminium Solutions. Untuk memperluas jaringannya, pameran ini juga menerima kunjungan delegasi bisnis internasional dari berbagai negara tetangga di Asia Tenggara, meliputi Malaysia, Filipina, Taipei, Thailand, dan Singapura.
Baca juga : IndoBuildTech Expo 2025 Part 2: Ajang Strategis Interaksi Bisnis Global di Sektor Konstruksi
Upacara pembukaan diresmikan oleh Ibu Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Pekerja Umum Republik Indonesia. Dalam pidatonya, beliau menegaskan komitmen pemerintah untuk mengakselerasi inovasi industri serta memprioritaskan pembangunan berkelanjutan atau green infrastruktur, efisiensi energi, serta sirkularitas material agar sejalan dalam mendukung fondasi Indonesia emas melalui penyelenggaraan infrastruktur umum yang handal dan berkelanjutan.
Selain itu, dengan diadakannya GAFA 2025, diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat daya saing industri dan transformasi jasa konstruksi di Indonesia.
Menyambut para peserta, Bapak Michael Wilton, Managing Director & CEO MMI Asia Pte. Ltd., juga menegaskan komitmen GAFA untuk mendorong kemajuan berkelanjutan di industri properti dan konstruksi. “Glasstech Asia & Fenestration Asia mempertemukan semua ahli dan pelaku bisnis di industri kaca dan fasad. Tujuan kami adalah mendorong kolaborasi dan inovasi agar teknologi cerdas dan berkelanjutan bisa lebih cepat diadopsi untuk arsitektur masa depan di Asia Tenggara,” ujarnya
Mewakili mitra penyelenggara lokal, Bapak Rafidi Iqra Muhamad, Direktur PT. Debindo Global Expo, turut menyampaikan optimismenya. Ia menilai penyelenggaraan ini menarik karena digelar bersamaan dengan IndoBuildTech Expo Part 2, sehingga GAFA berpeluang besar dikenal lebih banyak profesional.
Baca juga : ICE BSD Lakukan Sejumlah Pembaruan demi Kelancaran Ajang
“Kehadiran GAFA di Indonesia merupakan langkah yang tepat, selaras dengan momentum saat pemerintah tengah mendorong penguatan industri dan pasar lokal, khususnya untuk sektor kaca, aluminium, dan fasad. Kami berharap kolaborasi ini dapat bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk menjadikan GAFA sebagai pameran yang tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan di sektor industri kaca dan fasad,” ujarnya.
Pentingnya kolaborasi regional juga ditekankan oleh para pemimpin industri. Bapak Pay Yap, Ketua Asosiasi Kaca Singapura, menekankan peran kemitraan dalam mengakselerasi inovasi di seluruh ASEAN. Senada dengan itu, Bapak Darma Putra Narjadin, Dewan Penasehat Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman Indonesia (AKLP), menyoroti posisi Indonesia yang sedang berkembang sebagai pusat regional untuk produksi dan inovasi kaca.
Selama empat hari ke depan, GAFA 2025 akan menyoroti perkembangan terbaru dalam smart glass (kaca pintar), dan fasad hemat energi. Pameran ini dilengkapi dengan program komprehensif, termasuk Asia Façade & Glass Conference, Innovation Pitching Forum, Future Arcologies – Facade Design Competition, dan Glazing Competition. Penyelenggaraan ini juga didukung oleh BAU Network, Singapore Glass Association, Glass Alliance, Asosiasi Kaca Lembaran & Pengaman Indonesia (AKLP), dan Asosiasi Fasad Indonesia (PERAFI) beserta asosiasi-asosiasi pendukung lainnya.
Registrasi pengunjung tersedia di Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi (RO/Z-2)
Ketua Umum Puspadaya Perindo Sri Agustina Nadeak. Foto/Dok SindoNews
JAKARTA – Pusat Pelayanan Perempuan, Anak, Disabilitas, dan Pemberdayaan (Puspadaya) Partai Perindo turut mengawal sidang perdana kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (6/11/2025). Ketua Umum Puspadaya Perindo Sri Agustina Nadeak berharap, pelaku kekerasan seksual terhadap anak bisa mendapat hukuman maksimal.
Hal itu didasari dampak dari perbuatan pelaku terhadap korban. “Kami berharap pelaku dapat dihukum seberat-beratnya mengingat dampak yang sangat berat bagi korban dan keluarganya,” ujar Sri Agustina saat ditemui di lokasi.
Ia berkata, korban saat ini tak bisa melanjutkan pendidikan. Sementara keluarga korban, telah diusir dari lingkungan tempat tinggalnya.
Baca juga: Puspadaya Perindo Komitmen Beri Pendampingan Hukum dan Pemulihan Psikologis Korban TPKS-KDRT di Jaktim
IndoBuildTech 2025 Part 2 resmi dibuka hari ini.(Dok. IndoBuildTech)
AJANG pameran terbesar industri bahan bangunan, arsitektur, dan interior di Indonesia, IndoBuildTech Expo 2025 Part 2, resmi dibuka hari ini. Pameran tersebut berlangsung bersamaan dengan Glasstech Asia & Fenestration Asia (GAFA) 2025, memperkuat perannya sebagai platform interaksi Business to Business (B2B) berskala internasional.
Prosesi pembukaan dipimpin oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, yang menegaskan pentingnya kolaborasi sektor publik dan industri dalam mendukung visi PU 608, yaitu target Tri Asa Pembangunan Infrastruktur yang mencakup Efisiensi Investasi (ICOR < 6), Pengentasan Kemiskinan (menuju 0%), dan Pertumbuhan Ekonomi (mencapai 8%).
“Kolaborasi antara IndoBuildTech dan GAFA 2025 ini mencerminkan semangat sinergi regional dan global dalam memperkuat daya saing industri bahan dan teknologi konstruksi menuju masa depan pembangunan yang lebih inovatif dan inklusif,” ujar Diana dalam sambutannya.
Baca juga : Plastics & Rubber Indonesia, Kolaborasi Hulu-Hilir Industri Plastik dan Karet
Fokus pada Koneksi Bisnis Global
Edisi kedua IndoBuildTech tahun ini menitikberatkan pada penguatan jejaring B2B, mempertemukan pemasok global dengan pembeli potensial dari berbagai negara. Setelah sukses menghadirkan lebih dari 550 peserta pameran pada IndoBuildTech Part 1 di Juli 2025, edisi Part 2 ini kembali memperluas skala dengan lebih dari 150 brand ternama dari dalam dan luar negeri.
Selama empat hari penyelenggaraan (6-9 November 2025), pengunjung dapat menjalin kolaborasi bisnis dengan peserta dari India, Oman, dan China, serta berbagai merek besar seperti Delica, Panasonic, Fortress, Lemkra, Metric, Forluxe, dan ratusan lainnya yang menampilkan inovasi terbaru di bidang teknologi konstruksi.
Sinergi Multi-Industri dan Penghargaan Nasional
Selain pameran, IndoBuildTech Expo Part 2 2025 juga menyelenggarakan rangkaian program bisnis dan forum industri bersama mitra asosiasi pendukung. Pada kesempatan ini juga akan digelar dua ajang penghargaan bergengsi: 7th Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2025 dan Penghargaan Arsitektur IAI Banten 2025.
Menariknya, IndoBuildTech Part 2 2025 digelar bersamaan dengan empat pameran lintas sektor lainnya, yakni Glasstech Asia & Fenestration Asia (GAFA), Indonesia Sport Facility Expo (ISFEX), Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP), dan Indonesia Agriculture Technology Expo (IndoGriTech).
Khusus untuk GAFA, pameran yang diselenggarakan oleh Messe München International (MMI) Asia ini menjadi event kaca dan fasad terbesar di Asia Tenggara, menargetkan 5.000 pengunjung serta diikuti peserta dari sembilan negara, termasuk delegasi dari Filipina, Vietnam, dan Singapura. (RO/Z-10)
Dalam semangat mempererat tali silaturahmi dan menjalin persahabatan antaranggota, PERPESI Jakarta menyelenggarakan Latih Tanding Golf Persahabatan bersama komunitas Joglosemar.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 3-4 November 2025 di Rancamaya Golf Club dan Klub Golf Bogor Raya, diikuti oleh 75 peserta dari berbagai daerah.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keakraban, memperkuat jejaring antaranggota, serta menumbuhkan semangat sportivitas dan kebersamaan di antara para pegolf dari kedua komunitas. Suasana kekeluargaan dan keakraban sangat terasa sepanjang acara, terlebih dengan kehadiran tokoh-tokoh penting PERPESI dan tamu undangan yang turut memberikan dukungan langsung di lapangan.
Partisipasi Pengurus PERPESI Pusat dan undangan
Kegiatan Golf Persahabatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat PERPESI, antara lain: •Presiden PERPESI: Masrizal A. Syarif •Sekretaris Jenderal: Hery Kusnanto •Wakil Presiden Wilayah Barat: Damarhadi Sunaryo •Wakil Presiden Wilayah Tengah: T.M. Lumanauw •Pengurus lainnya: Gareng S. Haryanto
Selain para pengurus, acara ini juga dihadiri oleh undangan khusus , Bapak Kaman Siboro, Komisaris Utama Universal BPR, yang turut berpartisipasi dalam turnamen. Kehadiran beliau menambah semarak acara dan menunjukkan dukungan nyata dunia profesional terhadap kegiatan olahraga golf yang membangun kebersamaan lintas wilayah.
Sambutan Ketua PERPESI Jakarta
Ketua PERPESI Jakarta dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan Latih Tanding Golf Persahabatan ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya, sehingga menjadi agenda tetap yang dinanti oleh para anggota. Beliau juga menambahkan bahwa di masa mendatang, kegiatan ini dapat dikembangkan dengan melibatkan PERPESI dari berbagai daerah lainnya, guna memperluas jalinan silaturahmi dan memperkuat kebersamaan dalam komunitas golf PERPESI secara nasional.
Aktris dan sutradara Kristen Stewart mengecam kemunduran jumlah sutradara perempuan di Hollywood pasca gerakan #MeToo. (Instagram)
AKTRIS dan sutradara asal Amerika Serikat, Kristen Stewart, menyuarakan kemarahan atas mundurnya kemajuan bagi pembuat film perempuan di Hollywood, setelah lonjakan singkat pasca gerakan #MeToo.
Bintang Twilight yang kini menyutradarai film terbarunya, The Chronology of Water, menyampaikan pidato emosional dalam acara makan siang perempuan yang diselenggarakan lembaga di balik ajang Oscar di Los Angeles.
“Kemunduran dari momen singkat kemajuan itu secara statistik sangat menghancurkan,” ujar Stewart di hadapan para tamu undangan. “Hanya sejumlah kecil film dalam setahun terakhir yang dibuat oleh perempuan.”
Baca juga : Ini Pesan Angelina Jolie untuk Kaum Perempuan
Menurut laporan tahunan The Celluloid Ceiling, dari 100 film terlaris tahun 2024, hanya 11 film yang disutradarai oleh perempuan, turun dari 16 film pada 2020.
Gerakan #MeToo yang mencuat pada 2017 sempat mengguncang Hollywood dan membuka diskusi besar mengenai kekuasaan laki-laki serta representasi perempuan di depan dan belakang layar. Pada 2018, hanya empat dari 100 film terlaris yang disutradarai oleh perempuan, namun angka itu meningkat menjadi 16 pada 2020 berkat dorongan dari gerakan tersebut.
“Boys’ Club” Masih Dominan
Dalam pidatonya, Stewart menyampaikan kekecewaan bahwa harapan pasca-#MeToo tidak berlanjut.
Baca juga : Aktor Superman David Corenswet Bersama Ribuan Seniman Tolak Institusi Film Israel
“Setelah gerakan itu, tampaknya kisah yang dibuat oleh dan untuk perempuan akhirnya mulai mendapat tempat,” katanya. “Namun, saya bisa membuktikan betapa kerasnya perjuangan di setiap langkah ketika isi film dianggap terlalu gelap, terlalu tabu, atau terlalu jujur menggambarkan pengalaman perempuan, sering kali malah menimbulkan penolakan dan rasa jijik.”
Stewart menegaskan ketimpangan gender tidak hanya bisa diukur melalui kesenjangan upah atau pajak produk perempuan. Tetapi juga melalui “kekerasan dalam membungkam suara”.
“Seolah kita bahkan tidak diizinkan untuk marah,” ujarnya penuh emosi. “Tapi saya sangat marah.”
Pidatonya disambut tepuk tangan panjang dari tamu-tamu terkenal seperti Sarah Paulson, Julia Louis-Dreyfus, Tessa Thompson, Riley Keough, Zoe Deutch, Claire Foy, dan Kate Hudson.
“Saya berterima kasih kepada kalian,” lanjut Stewart. “Tapi saya tidak bersyukur kepada model bisnis ‘boys’ club’ yang pura-pura ingin bekerja sama, padahal hanya mengambil sumber daya kami dan meremehkan pandangan kami. Mari kita berhenti menjadi simbol. Mari kita mulai mencetak mata uang kita sendiri.”
Meski tahun ini ada karya dari sutradara perempuan ternama seperti Chloé Zhao, Kathryn Bigelow, dan Mona Fastvold. Kategori sutradara terbaik di ajang Oscar mendatang diperkirakan masih akan didominasi laki-laki. (BBC/Z-2)
Gelandang Jerman Dortmund #08 Felix Nmecha merayakan gol ketiga timnya bersama rekan satu timnya selama pertandingan sepak bola divisi pertama Bundesliga Jerman antara Borussia Dortmund dan Union Berlin di Dortmund, Jerman(INA FASSBENDER / AFP)
PERIODE antara jeda internasional Oktober dan November menjadi yang paling padat bagi klub-klub Eropa, dan Borussia Dortmund termasuk di antaranya. Dalam rentang 22 hari, BVB harus memainkan tujuh pertandingan.
Mereka akan mengawali pekan Inggris ketiga berturut-turut dengan laga tandang menghadapi Manchester City pada Kamis (6/11) dini hari 03.00 WIB.
Setelah menjalani laga 120 menit di ajang DFB-Pokal melawan Eintracht Frankfurt dan kemenangan tipis 1-0 atas Augsburg di Bundesliga, Dortmund kini memiliki waktu istirahat lebih panjang empat hari sebelum terbang ke Manchester.
Baca juga : Bermain Imbang dengan City, Dormund Lolos ke 16 Besar Liga Champions
Pelatih kepala Niko Kovac masih menghadapi tantangan dalam menentukan susunan pemain karena situasi kebugaran tim yang beragam. Nico Schlotterbeck kembali masuk skuad dan akan menggantikan Aaron Anselmino, yang sebelumnya bermain penuh dalam dua laga terakhir setelah lama absen.
“Dia sudah menempuh 12 kilometer di posisi bek tengah, jadi kami perlu memberinya waktu istirahat,” ujar Kovac.
Sementara itu, Julian Brandt dan Niklas Süle tidak ikut dalam perjalanan kali ini. Brandt mengalami “ketidakseimbangan otot”, dan Kovac menegaskan bahwa “risikonya terlalu besar” jika tetap dimainkan. Süle juga masih bermasalah dengan cedera jari kaki.
Baca juga : Trio Pemain Muda Dortmund Jadi Ancaman Man City
Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Kovac didampingi Pascal Gross gelandang asal Jerman yang berpengalaman menghadapi klub-klub Inggris setelah tujuh musim bermain di Premier League. Gross, yang pernah 12 kali berhadapan dengan Manchester City, menilai lawannya kali ini “lebih bisa dikalahkan dibanding beberapa tahun lalu”.
“Beberapa pemain kunci yang berperan besar dalam kesuksesan City selama bertahun-tahun sudah pergi. Tapi mereka tetap memiliki banyak pemain kelas dunia,” ujar Gross. Salah satu di antaranya adalah mantan pemain Dortmund, Erling Haaland.
“Dia pemain kelas dunia yang sedang mencatatkan statistik luar biasa. Kami harus menghentikannya sebagai satu tim,” tambahnya.
Meski begitu, Gross juga menegaskan bahwa City punya kualitas merata di semua posisi.
“Kami harus bermain dengan cara kami sendiri bertahan dan menyerang bersama-sama,” katanya.
Dortmund akan menghadapi tantangan berat dari tim peringkat kedua Premier League, yang mencatat enam kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan sejauh musim ini, dengan 20 gol tercipta dan hanya delapan kebobolan. Namun Kovac tetap optimistis timnya bisa tampil berani.
“Benar bahwa di Liga Champions biasanya ada lebih banyak ruang dan waktu untuk bermain,” ujarnya.
“Itu memberi kesempatan bagi para pemain kami untuk menunjukkan kualitas mereka. Kami tidak akan bermain bertahan sepenuhnya. Kami akan tetap menekan tinggi, karena semakin tinggi posisi kami, semakin dekat kami untuk merebut bola, dan semakin jauh lawan dari gawang kami,” tambahnya.
Pertandingan Manchester City vs Borussia Dortmund dapat disaksikan secara langsung pada Kamis dini hari melalui DAZN dan BVB Netradio. Selain itu, BVB juga akan menyiarkan watch party langsung dari studio baru mereka di Dortmund, menampilkan analisis dan reaksi langsung dari stadion mulai pukul 20:30 CET. (Z-4)
Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mendukung usulan Kementerian Sosial kepada Dewan Gelar atas menetapkan H.M. Soeharto dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional pada tahun ini. Foto/Istimewa
JAKARTA – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mendukung usulan Kementerian Sosial kepada Dewan Gelar atas menetapkan H.M. Soeharto dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional pada tahun ini. Menurut Gus Fahrur, bangsa Indonesia perlu belajar dari masa lalu baik dari kebaikan maupun kekurangannya untuk membangun masa depan yang lebih bijak dan berkeadaban.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghormati jasa para pendahulunya. Kita perlu belajar dari kebaikan masa lalu dan mengambil hikmah dari kekurangannya. Dalam tradisi keilmuan Islam, ada kaidah penting: Al-muhafazhah ‘ala al-qadim ash-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah, menjaga yang lama yang baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik,” ujar Gus Fahrur, Rabu (5/11/2025).
Gus Fahrur menilai, baik Soeharto maupun Gus Dur memiliki kontribusi besar terhadap bangsa dalam dua fase sejarah yang berbeda. “Pak Harto berjasa besar dalam stabilisasi nasional dan pembangunan ekonomi. Di masa beliau, Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu macan ekonomi baru Asia, dengan program pembangunan yang terencana dan stabilitas ekonomi serta keamanan yang tinggi,” jelasnya.
Baca juga: Nama Soeharto Masuk Daftar Prioritas Jadi Pahlawan Nasional? Ini Kata Menbud Fadli Zon