Arsip Tag: dan

3 Motif Inggris dan Negara Baltik Gelar Simulasi Perang Melawan Rusia

[ad_1]

loading…

NATO gelar simulasi perang melawan Rusia. Foto/X

MOSKOW – Beberapa negara Eropa Utara, termasuk Inggris , negara-negara Nordik, dan Baltik, berlatih konflik militer dengan Rusia dalam sebuah pertemuan di Norwegia utara minggu ini. Itu dilaporkan Politico. Menteri Pertahanan Ukraina Denis Shmigal dilaporkan juga hadir.

Moskow telah berulang kali menepis tuduhan niat bermusuhan terhadap negara-negara Barat dan menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas militer di dekat perbatasannya.

Para perencana militer Inggris bergabung dengan para menteri pertahanan Nordik dan Baltik di Bodo, untuk simulasikan konflik di negara yang berbatasan dengan Rusia, menurut laporan tersebut.

3 Motif Inggris dan Negara Baltik Gelar Simulasi Perang Melawan Rusia

1. Melibatkan 10 Negara Anggota NATO

Latihan di Bodo dilakukan sebagai bagian dari ‘Pasukan Ekspedisi Gabungan’ (JEF) yang terdiri dari sepuluh anggota NATO Eropa – Belanda, Islandia, Inggris, Denmark, Swedia, Norwegia, Finlandia, Latvia, Lituania, dan Estonia.

Lima negara terakhir berbatasan dengan Rusia dan telah menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap Moskow sejak konflik Ukraina meningkat pada tahun 2022. Semua negara JEF adalah anggota NATO, dengan Finlandia bergabung dengan blok yang dipimpin AS pada tahun 2023 dan Swedia menyusul pada tahun 2024.

Baca Juga: Abaikan Palestina, Kazakhstan Gabung dengan Perjanjian Abraham

2. Ancaman Serangan Rusia Sangat Serius

Menurut London, pertemuan di Norwegia tersebut menyusul berakhirnya latihan militer terbesar JEF minggu lalu. Operasi Tarassis yang berlangsung selama dua bulan di wilayah Baltik Nordik tersebut melibatkan lebih dari 1.700 personel Inggris bersama sekutu JEF.

[ad_2]

Disdik DKI Korban Ledakan SMAN 72 Terus Dapat Penanganan Medis dan Pendampingan Psikologis

[ad_1]

Disdik DKI: Korban Ledakan SMAN 72 Terus Dapat Penanganan Medis dan Pendampingan Psikologis
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah) bersama Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati (kanan)(Pemprov DKI/Disdik DKI)

PENANGANAN terhadap para korban ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta terus dilakukan oleh sejumlah rumah sakit yang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta. Hingga Sabtu (8/11), seluruh pasien masih mendapatkan perawatan medis maupun pendampingan psikologis pascainsiden yang mengguncang lingkungan sekolah di Kelapa Gading itu.

Berdasarkan data Dinkes DKI, tercatat 93 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, 28 pasien sempat menjalani rawat inap, sementara 65 lainnya menjalani rawat jalan atau sudah diperbolehkan pulang.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih menjadi fasilitas kesehatan dengan jumlah penanganan korban terbanyak, yakni 39 pasien. Dari jumlah tersebut, 13 pasien masih dirawat inap, sedangkan 26 pasien telah pulang.

Selain itu, RS Yarsi menangani 15 pasien, dengan 14 di antaranya sempat dirawat inap. RS Pertamina Jaya merawat 7 pasien, satu di antaranya masih menjalani perawatan. Sementara itu, 32 pasien lainnya ditangani di Puskesmas Kelapa Gading, dan 5 orang di Klinik Bina Kasih.

“Sampai pagi ini, seluruhnya masih terdapat 28 orang dirawat inap di beberapa RS, yaitu di RS Islaam Cempaka Putih 13 orang dan RS Yarsi 14 orang sertta RS Pertamina Jaya 1 orang,” ujar Ani dalam keterangan yang diterima, Sabtu (8/11).

Adapun, berdasarkan data dari Puskesmas, seluruh pasien di Puskesmas telah selesai ditangani atau dirujuk ke rumah sakit.

Sebagian besar korban ledakan mengalami barotrauma, yang menyebabkan nyeri telinga, gangguan pendengaran atau telinga berdenging. 

Sesuai arahan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, pemprov DKI Jakarta menjamin sepenuhnya pembiayaan para korban melalui Dinas Kesehatan. “Seluruh biaya perawatan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov DKI Jakarta sesuai penanganan yang diberikan oleh Rumah sakit berdasarkan kebutuhan medis pasien” tandas Ani.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan pendampingan psikologis kepada para korban dan keluarga, agar mereka dapat pulih dari trauma serta merasa aman dan didukung secara emosional. 

Dinas Kesehatan juga telah menyediakan layanan ‘Jakcare’ yang dapat diakses secara online untuk konsultasi psikologis dan dukungan psikososial pasca kejadian. (P-4)

 

[ad_2]

Pameran Kaca dan Fasad Terkemuka Asia Tenggara Dibuka Hari Ini, GAFA 2025 Dorong Masa Depan Arsitektur Berkelanjutan

[ad_1]

Pameran Kaca dan Fasad Terkemuka Asia Tenggara Dibuka Hari Ini, GAFA 2025 Dorong Masa Depan Arsitektur Berkelanjutan
Pameran industri kaca dan fasad terbesar Asia Tenggara, Glasstech Asia & Fenestration Asia 2025, dibuka di ICE BSD dengan 200 peserta dari 9 negara.(MMI Asia Pte. Ltd)

AJANG pameran dagang industri kaca dan fasad paling berpengaruh di Asia Tenggara, Glasstech Asia (edisi ke-21) dan Fenestration Asia (edisi ke-8) (GAFA) 2025, resmi dibuka hari ini di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Berlangsung pada 6–9 November 2025, pameran ini siap menyambut lebih dari 5.000 profesional untuk bertemu dengan lebih dari 200 brand peserta pameran.

Diselenggarakan oleh MMI Asia Pte. Ltd., yang merupakan bagian dari Messe München GmbH, dan didukung oleh pelaku penyelenggara lokal, GAFA 2025 menjadi platform utama untuk pertukaran pengetahuan, kemajuan teknologi, dan pengembangan bisnis di sektor industri kaca dan fasad. Ajang berskala internasional ini dimeriahkan oleh kehadiran peserta pameran dari 9 negara, yaitu China, Taiwan, Italia, Jepang, Malaysia, Jerman, Singapura, Spanyol, dan Korea Selatan. Para peserta internasional ini juga tergabung dalam paviliun-paviliun khusus, seperti International Pavilion, Singapore Pavilion, dan China Pavilion.

GAFA 2025 juga menampilkan deretan pemain besar industri lokal seperti PT Asahimas Flat Glass Tbk, MAGI Glass, Pelitamaju Facades, PT. MULIAGLASS, Himalaya Abadi, PT Karya Mulia Glassindo, dan Norfet Aluminium Solutions. Untuk memperluas jaringannya, pameran ini juga menerima kunjungan delegasi bisnis internasional dari berbagai negara tetangga di Asia Tenggara, meliputi Malaysia, Filipina, Taipei, Thailand, dan Singapura.

Upacara pembukaan diresmikan oleh Ibu Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Pekerja Umum Republik Indonesia. Dalam pidatonya, beliau menegaskan komitmen pemerintah untuk mengakselerasi inovasi industri serta memprioritaskan pembangunan berkelanjutan atau green infrastruktur, efisiensi energi, serta sirkularitas material agar sejalan dalam mendukung fondasi Indonesia emas melalui penyelenggaraan infrastruktur umum yang handal dan berkelanjutan.

Selain itu, dengan diadakannya GAFA 2025, diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat daya saing industri dan transformasi jasa konstruksi di Indonesia.

Menyambut para peserta, Bapak Michael Wilton, Managing Director & CEO MMI Asia Pte. Ltd., juga menegaskan komitmen GAFA untuk mendorong kemajuan berkelanjutan di industri properti dan konstruksi. “Glasstech Asia & Fenestration Asia mempertemukan semua ahli dan pelaku bisnis di industri kaca dan fasad. Tujuan kami adalah mendorong kolaborasi dan inovasi agar teknologi cerdas dan berkelanjutan bisa lebih cepat diadopsi untuk arsitektur masa depan di Asia Tenggara,” ujarnya

Mewakili mitra penyelenggara lokal, Bapak Rafidi Iqra Muhamad, Direktur PT. Debindo Global Expo, turut menyampaikan optimismenya. Ia menilai penyelenggaraan ini menarik karena digelar bersamaan dengan IndoBuildTech Expo Part 2, sehingga GAFA berpeluang besar dikenal lebih banyak profesional.

“Kehadiran GAFA di Indonesia merupakan langkah yang tepat, selaras dengan momentum saat pemerintah tengah mendorong penguatan industri dan pasar lokal, khususnya untuk sektor kaca, aluminium, dan fasad. Kami berharap kolaborasi ini dapat bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk menjadikan GAFA sebagai pameran yang tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan di sektor industri kaca dan fasad,” ujarnya.

Pentingnya kolaborasi regional juga ditekankan oleh para pemimpin industri. Bapak Pay Yap, Ketua Asosiasi Kaca Singapura, menekankan peran kemitraan dalam mengakselerasi inovasi di seluruh ASEAN. Senada dengan itu, Bapak Darma Putra Narjadin, Dewan Penasehat Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman Indonesia (AKLP), menyoroti posisi Indonesia yang sedang berkembang sebagai pusat regional untuk produksi dan inovasi kaca.

Selama empat hari ke depan, GAFA 2025 akan menyoroti perkembangan terbaru dalam smart glass (kaca pintar), dan fasad hemat energi. Pameran ini dilengkapi dengan program komprehensif, termasuk Asia Façade & Glass Conference, Innovation Pitching Forum, Future Arcologies – Facade Design Competition, dan Glazing Competition. Penyelenggaraan ini juga didukung oleh BAU Network, Singapore Glass Association, Glass Alliance, Asosiasi Kaca Lembaran & Pengaman Indonesia (AKLP), dan Asosiasi Fasad Indonesia (PERAFI) beserta asosiasi-asosiasi pendukung lainnya.

Registrasi pengunjung tersedia di Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi (RO/Z-2)

[ad_2]

Serunya Latih Tanding Golf Persahabatan PERPESI Jakarta dan Komunitas Joglosemar

[ad_1]

loading…

Dalam semangat mempererat tali silaturahmi dan menjalin persahabatan antaranggota, PERPESI Jakarta menyelenggarakan Latih Tanding Golf Persahabatan bersama komunitas Joglosemar.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 3-4 November 2025 di Rancamaya Golf Club dan Klub Golf Bogor Raya, diikuti oleh 75 peserta dari berbagai daerah.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keakraban, memperkuat jejaring antaranggota, serta menumbuhkan semangat sportivitas dan kebersamaan di antara para pegolf dari kedua komunitas. Suasana kekeluargaan dan keakraban sangat terasa sepanjang acara, terlebih dengan kehadiran tokoh-tokoh penting PERPESI dan tamu undangan yang turut memberikan dukungan langsung di lapangan.

Serunya Latih Tanding Golf Persahabatan PERPESI Jakarta dan Komunitas Joglosemar

Partisipasi Pengurus PERPESI Pusat dan undangan

Kegiatan Golf Persahabatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat PERPESI, antara lain:
•Presiden PERPESI: Masrizal A. Syarif
•Sekretaris Jenderal: Hery Kusnanto
•Wakil Presiden Wilayah Barat: Damarhadi Sunaryo
•Wakil Presiden Wilayah Tengah: T.M. Lumanauw
•Pengurus lainnya: Gareng S. Haryanto

Selain para pengurus, acara ini juga dihadiri oleh undangan khusus , Bapak Kaman Siboro, Komisaris Utama Universal BPR, yang turut berpartisipasi dalam turnamen. Kehadiran beliau menambah semarak acara dan menunjukkan dukungan nyata dunia profesional terhadap kegiatan olahraga golf yang membangun kebersamaan lintas wilayah.

Sambutan Ketua PERPESI Jakarta

Ketua PERPESI Jakarta dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan Latih Tanding Golf Persahabatan ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya, sehingga menjadi agenda tetap yang dinanti oleh para anggota.
Beliau juga menambahkan bahwa di masa mendatang, kegiatan ini dapat dikembangkan dengan melibatkan PERPESI dari berbagai daerah lainnya, guna memperluas jalinan silaturahmi dan memperkuat kebersamaan dalam komunitas golf PERPESI secara nasional.

Sambutan Presiden PERPESI Masrizal A. Syarif

[ad_2]

Gus Fahrur Dukung Soeharto dan Gus Dur Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

[ad_1]

loading…

Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mendukung usulan Kementerian Sosial kepada Dewan Gelar atas menetapkan H.M. Soeharto dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional pada tahun ini. Foto/Istimewa

JAKARTA – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mendukung usulan Kementerian Sosial kepada Dewan Gelar atas menetapkan H.M. Soeharto dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional pada tahun ini. Menurut Gus Fahrur, bangsa Indonesia perlu belajar dari masa lalu baik dari kebaikan maupun kekurangannya untuk membangun masa depan yang lebih bijak dan berkeadaban.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghormati jasa para pendahulunya. Kita perlu belajar dari kebaikan masa lalu dan mengambil hikmah dari kekurangannya. Dalam tradisi keilmuan Islam, ada kaidah penting: Al-muhafazhah ‘ala al-qadim ash-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah, menjaga yang lama yang baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik,” ujar Gus Fahrur, Rabu (5/11/2025).

Gus Fahrur menilai, baik Soeharto maupun Gus Dur memiliki kontribusi besar terhadap bangsa dalam dua fase sejarah yang berbeda. “Pak Harto berjasa besar dalam stabilisasi nasional dan pembangunan ekonomi. Di masa beliau, Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu macan ekonomi baru Asia, dengan program pembangunan yang terencana dan stabilitas ekonomi serta keamanan yang tinggi,” jelasnya.

Baca juga: Nama Soeharto Masuk Daftar Prioritas Jadi Pahlawan Nasional? Ini Kata Menbud Fadli Zon

[ad_2]

Pesawat Kargo Jatuh di Kentucky, Bawa 38.000 Galon Bahan Bakar dan Picu Kebakaran Besar

[ad_1]

Pesawat Kargo Jatuh di Kentucky, Bawa 38.000 Galon Bahan Bakar dan Picu Kebakaran Besar
Pesawat kargo jatuh di dekat Bandara Louisville, Kentucky, membawa 38.000 galon bahan bakar. Gubernur Andy Beshear memperingatkan warga untuk tidak mendekat.(WLKY)

SEBUAH pesawat kargo jatuh di dekat Bandara Internasional Louisville, Kentucky, Selasa waktu setempat, memicu kebakaran besar akibat bahan bakar yang terbakar di lokasi kejadian. Pihak berwenang melaporkan, pesawat tersebut membawa sekitar 38.000 galon bahan bakar (sekitar 144.000 liter) yang beratnya mencapai 100 ton saat baru lepas landas.

Gubernur Kentucky, Andy Beshear, menyebut insiden itu sebagai “kecelakaan yang bersifat katastrofik”. Beshear menegaskan seluruh tim penyelamat dikerahkan ke lokasi.

“Ini adalah respons semua pihak. Kami masih berupaya penuh di lapangan,” kata Beshear dalam konferensi pers.

Menurut Beshear, pesawat tidak membawa kargo berbahaya yang dapat menimbulkan ancaman lingkungan secara langsung. Namun, lokasi jatuhnya pesawat yang mencakup perusahaan daur ulang minyak bumi dan toko suku cadang mobil menimbulkan risiko tambahan karena bahan-bahan di sekitar lokasi mudah terbakar.

“Masih ada hal-hal berbahaya yang mudah terbakar dan berpotensi meledak,” ujar Beshear.

Kebakaran besar yang ditimbulkan akibat kecelakaan ini masih terus dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran setempat. Otoritas memperingatkan masyarakat untuk tidak mendekati area kecelakaan karena kondisi masih berbahaya.

“Mungkin masih ada orang yang perlu diselamatkan. Jangan jadi alasan tim penyelamat tidak bisa menjangkau mereka,” tegas Beshear.

Gubernur juga meminta warga Louisville yang berada di sekitar bandara untuk tetap berlindung di tempat (shelter in place) sampai kondisi dinyatakan aman.

Pihak berwenang belum merinci penyebab kecelakaan atau status awak pesawat, namun penyelidikan tengah dilakukan oleh National Transportation Safety Board (NTSB). (BBC/Z-2)

[ad_2]

Forum IGIF 2025 Universitas Syiah Kuala Edukasi Mahasiswa Bahaya LGBT dan Seks Bebas

[ad_1]

Forum IGIF 2025 Universitas Syiah Kuala Edukasi Mahasiswa Bahaya LGBT dan Seks Bebas
Ilustrasi(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

MAHASISWA harus lebih mewaspadai pengaruh perilaku LGBT, seks bebas, dan penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Demikian antara lain kesimpulan materi edukasi melalui Indonesian Gender dan forum Inclusion Forum (IGIF) 2025 berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, Minggu 2 November.

Forum yang digagas Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan BEM Universitas Syiah Kuala (USK) 2025, tersebut bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Aceh bersama Sekolah Keluarga SAMARA, dan Forum Dakwah Perbatasan. 

Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap isu sosial dan moral di lingkungan kampus. Khususnya dalam mencegah perilaku menyimpang yang merusak masa depan generasi muda.

Rektor Universitas Syiah Kuala Profesor Dr Ir Marwan dalam sambutannya mengatakan, fenomena LGBT dan perilaku amoral bukanlah hal baru, melainkan telah terjadi sejak zaman Nabi Luth. Itu dilarang secara tegas dalam ajaran agama. Karena itu pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan beretika di USK.

“Kami ingin mahasiswa USK tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan berintegritas. Universitas memiliki tanggung jawab untuk membina dan melindungi mahasiswa dari perilaku yang menyimpang dari fitrah” Prof Marwan penuh yakin. 

Marwan mengingatkan, bahwa kampus telah memiliki kode etik dan mekanisme pelaporan bagi kasus pelanggaran moral, termasuk perilaku LGBT. Lalu perlunya peran bersama seluruh sivitas akademika dalam pencegahan serta pembinaan terhadap mahasiswa yang terlibat kasus serupa.

Sedangkan Ketua Panitia IGIF 2025, Delfina Bunga Zalia, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas meningkatnya kasus perubahan perilaku dan pelanggaran moral di kalangan mahasiswa. Melalui forum ini, panitia berharap dapat mendorong lahirnya kebijakan dan gerakan nyata dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.

Adapun Forum IGIF 2025 di Universitas jantung hati masyarakat Aceh ini menghadirkan dua narasumber utama. Masing-masing adalah dr Dewi Inong Irana, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV, dan kedua Ustaz Bendri Jaisyurrahman.

“Berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga diri dan lingkungan sosial dari perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya” kata Delfina.

Sedangkan dr Dewi Inong menjelaskan dari perspektif kesehatan, perilaku seks bebas dan hubungan sesama jenis berisiko tinggi terhadap penularan penyakit menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS. Maka pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menjauhi pornografi, serta menghindari perilaku seksual di luar nikah.

Sedangkan Ustaz Bendri Jaisyurrahman, menjelaskan pandangan Islam tentang LGBT, dengan menekankan bahwa perilaku tersebut merupakan penyimpangan dari fitrah manusia. Oleh karenanya mahasiswa agar berhati-hati terhadap pengaruh budaya liberal dan media sosial yang kian menormalisasi perilaku menyimpang di lingkungan remaja.

Menariknya, edukasi ini berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, terutama terkait langkah-langkah pencegahan serta peran keluarga dan pendidikan dalam membentengi generasi muda dari pengaruh LGBT serta seks bebas.

Melalui kegiatan IGIF 2025, Universitas kebanggaan masyarakat Aceh tersebut, menegaskan komitmennya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berakhlak mulia. Itu sesuai visi universitas dalam menciptakan kampus unggul secara akademik, sekaligus bermartabat secara moral. 

[ad_2]

Niat Sholat Subuh Teks Arab, Latin, Arti, dan Panduan Lengkap

[ad_1]

Niat Sholat Subuh: Teks Arab, Latin, Arti, dan Panduan Lengkap
Niat sholat subuh dua rakaat.(Freepik)

Sholat Subuh adalah ibadah wajib dua rakaat yang menjadi pembuka hari seorang Muslim. Agar sah, sholat harus diawali dengan niat (niyyah) yang menegaskan tujuan hati untuk menjalankan shalat Subuh karena Allah.

Artikel ini menyajikan niat sholat Subuh dalam bahasa Arab, latin, dan artinya, sekaligus membahas waktu, tata cara, sunnah, keutamaan, kesalahan umum, hingga FAQ, dan praktis untuk pemula hingga yang ingin menyempurnakan ibadah.

Bacaan Niat Sholat Subuh

Arab:

أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin (transliterasi):

Ushallī fardhaṣ-ṣubḥi rakʿataini mustaqbila al-qiblati adā’an lillāhi taʿālā.

Arti:

“Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”

Catatan penting: Tempat niat adalah di dalam hati. Mengucapkan niat dengan lisan hukumnya mubah (boleh) sebagai sarana membantu hati, bukan syarat sah. Landasan umum niat antara lain sabda Nabi, “Sesungguhnya amal tergantung niatnya.” (HR. Bukhari & Muslim).

  • Awal waktu: Terbit fajar shadiq (langit mulai memucat di ufuk timur).
  • Akhir waktu: Terbit matahari.
  • Waktu terbaik: Di awal waktu, setelah menunaikan sunnah sebelum Subuh (dua rakaat ringan) yang disebut Nabi “lebih baik daripada dunia dan seisinya” (HR. Muslim).

Jika terlewat karena uzur/syah, qadha sholat Subuh wajib ditunaikan segera ketika ingat atau bangun. Niat qadha cukup mengganti frasa adā’an (tunai) menjadi qaḍā’an (mengganti).

Contoh niat qadha Subuh (latin):

Ushallī fardhaṣ-ṣubḥi rakʿataini mustaqbila al-qiblati qaḍā’an lillāhi taʿālā.

  1. Bersuci: Wudhu sesuai tuntunan. Pastikan najis hilang dan aurat tertutup.
  2. Niat sholat Subuh: Mantapkan di hati (boleh dilafalkan sebagaimana di atas).
  3. Takbiratul ihram: Angkat tangan sejajar telinga/dada, ucapkan Allāhu akbar.
  4. Bacaan awal: Doa iftitah (sunnah), lalu al-Fatihah dan surat pendek.
  5. Rukuk: Tuma’ninah, bacakan Subḥāna rabbiyal ʿaẓīm minimal tiga kali.
  6. I’tidal: Bangkit, Samiʿallāhu liman ḥamidah, rabbanā lakal-ḥamd.
  7. Sujud dua kali: Tuma’ninah, Subḥāna rabbiyal aʿlā minimal tiga kali.
  8. Rakaat kedua: Seperti rakaat pertama, setelah bacaan pilih surat pendek.
  9. Tasyahud akhir & salam: Duduk, baca tasyahud, shalawat, doa, lalu salam kanan-kiri.

Doa setelah Subuh (usai salam) dianjurkan dzikir pagi, istighfar, shalawat, dan doa perlindungan. Menetap di tempat sholat untuk berdzikir hingga terbit matahari punya keutamaan besar.

Sunnah-Sunnah yang Menguatkan Sholat Subuh

  • Dua rakaat sunnah sebelum Subuh: Paling utama di antara sunnah rawatib. Ringan bacaannya, misalnya rakaat 1: al-Fatihah + al-Ikhlas; rakaat 2: al-Fatihah + al-Kafirun (atau sebaliknya).
  • Meringankan bacaan saat sunnah Subuh, menjaga fokus pada fardu Subuh.
  • Berangkat ke masjid (bagi laki-laki) jika memungkinkan, menjaga saf awal.

Membaca doa qunut? Mayoritas ulama Ahlussunnah berbeda pendapat. Dalam mazhab Syafi’i, qunut Subuh sunnah muakkadah pada rakaat kedua setelah i’tidal; dalam mazhab lain, qunut Subuh umumnya tidak dilakukan kecuali pada kondisi tertentu. Ikuti mazhab setempat agar rukun jamaah terjaga.

Keutamaan Sholat Subuh

  1. Disaksikan para malaikat (HR. Bukhari & Muslim): menunjukkan nilai Subuh yang tinggi.
  2. Cahaya sempurna di hari kiamat bagi yang berjalan ke masjid dalam gelap (HR. Tirmidzi).
  3. Perlindungan Allah sepanjang hari bagi yang melaksanakannya tepat waktu (HR. Muslim).
  4. Pembuka rezeki dan produktivitas, karena dimulai dengan ketaatan dan disiplin.
  5. Kesalahan Umum Saat Sholat Subuh (dan Cara Menghindarinya)
  6. Bangun terlambat: Atur alarm berlapis, tidur lebih awal, kurangi layar sebelum tidur.
  7. Ragu pada niat: Ingat, niat itu pekerjaan hati. Jangan berlebih dalam was-was.
  8. Salah waktu karena keliru jadwal: Gunakan jadwal resmi atau aplikasi tepercaya; cek waktu sholat Subuh setempat, terutama saat perubahan musim.
  9. Terburu-buru, hilang tuma’ninah: Jaga jeda tenang di tiap rukun; kualitas lebih utama daripada cepat.
  10. Meninggalkan sunnah Subuh terus-menerus: Padahal pahalanya sangat besar dan menjadi pelindung kualitas fardu.
  11. Tidak qadha saat terlewat: Jika bangun setelah matahari terbit, segera sholat qadha Subuh tanpa menunda.

Tips Konsisten Menjaga Subuh Tepat Waktu

  • Ritual malam: Wudhu sebelum tidur, dzikir, dan niat kuat bangun Subuh.
  • Lingkungan pendukung: Ajak keluarga/teman saling membangunkan; pilih teman yang taat.
  • Teknik alarm efektif: Letakkan jauh dari jangkauan tangan, gunakan nada bertahap.
  • Rencana pagi: Siapkan sarapan ringan, agenda harian, dan target tilawah—membuat bangun lebih bermakna.
  • Evaluasi mingguan: Catat kepatuhan Subuh 7 hari; rayakan progres kecil agar motivasi terjaga.

FAQ Singkat

1) Apakah wajib melafalkan niat sholat Subuh?

Tidak. Tempat niat di hati. Melafalkan hanya membantu konsentrasi.

2) Bolehkah niat dengan bahasa Indonesia?

Boleh untuk memahami makna, namun biasakan memahami niat berbahasa Arab/latin agar sesuai kebiasaan ibadah dan mudah diajarkan.

3) Lupa membaca doa qunut (bagi yang mengamalkan)?

Jika terlupa dan sudah ruku’, lanjutkan sholat; tidak perlu sujud sahwi menurut sebagian pandangan. Ikuti bimbingan ustaz/mazhab setempat.

4) Bagaimana niat qadha Subuh?

Ganti adā’an menjadi qaḍā’an sebagaimana contoh di atas.

Kesimpulan

Niat sholat Subuh inti utamanya di hati; lafaz Arab/latin hanya penegas.

Sholat Subuh terdiri dari dua rakaat fardu, waktunya dari fajar shadiq hingga terbit matahari.

Sempurnakan dengan sunnah sebelum Subuh, jaga tuma’ninah, dan perbanyak dzikir pagi. (Z-10)

[ad_2]

Malaysia dan Thailand Full Team, PBSI Pilih Turunkan Skuad Muda di SEA Games 2025

[ad_1]

loading…

Malaysia dan Thailand Full Team, PBSI Pilih Turunkan Skuad Muda di SEA Games 2025

JAKARTA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, mengungkapkan komposisi tim Indonesia pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Ia menegaskan tim Merah Putih akan menurunkan skuad muda.

Berbeda dengan Thailand dan Malaysia yang memilih menurunkan kekuatan utama, Indonesia ingin menerapkan proses regenerasi di SEA Games kali ini. Sehingga ia memastikan tidak akan ada nama-nama seperti Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska hingga Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dalam skuad Merah Putih.

“SEA Games ini bagi PBSI selalu menjadi multievent untuk proses regenerasi. Kami sudah mendengar dari tim Thailand dan Malaysia itu full team,” ucap Eng Hian saat ditemui iNews Media Group di Pelatnas PBSI Cipayung, dikutip Jumat (31/10/2025).

Baca Juga: Daftar 18 Atlet Panjat Tebing Indonesia di SEA Games 2025: Target 3 Medali Emas
“Tapi untuk PBSI, saya sudah berkoordinasi dengan Waketum (Wakil Ketua Umum) I dari jauh-jauh hari pada saat mengajukan long list, tetap stick to the plan untuk regenerasi,” tambahnya.

Eng Hian juga menyebut telah memberikan nama-nama pemain yang akan turun di SEA Games 2025 sejak enam bulan lalu. Ia memastikan nama-nama seperti Alwi Farhan dan generasinya akan menjadi tumpuan di SEA Games 2025.

“Long list sudah kami kirimkan jauh-jauh hari, enam bulan yang lalu. Pada saat itu sudah dikoordinasikan ke Waketum I, SEA Games itu kan dari dulu untuk proses regenerasi,” sambung Eng Hian.

“Pemain muda kita ini seperti Alwi ingin merasakan multievent, bagaimana pressure bermain dan hawa pertandingan,” lanjutnya.

[ad_2]

Kolaborasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam

[ad_1]

TEMUAN terakhir dari The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melalui Programme for International Student Assessment (PISA) pada 2023 menyebutkan bahwa kompetensi literasi dan numerasi siswa Indonesia masih terkategori rendah.

Peringkat Indonesia berada di posisi 68 dari 81 negara dengan skor: matematika (379), sains (398), dan membaca (371).

Lebih lanjut hasil itu mengindikasikan adanya disparitas mutu pendidikan dan akses terhadap pembelajaran berkualitas yang substansial antarwilayah geografis serta keterbatasan pendidik dalam mengintegrasikan peserta didik pada proses pembelajaran yang menstimulasi keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills).

Implikasi dari temuan itu juga berdampak pada upaya Indonesia untuk mencapai visi Indonesia emas 2045 masih terhalang oleh krisis pembelajaran berskala global yang secara signifikan menurunkan kualitas sistem pendidikan nasional.

Oleh karena itu, untuk mengatasi tantangan multidimensional pendidikan Indonesia saat ini, diperlukan sebuah transformasi sistem pendidikan nasional yang berkelanjutan berbasis platform pendidikan industri 4.0 dan program kemasyarakatan berbasis masyarakat 5.0.

Dalam rangka merespons situasi tersebut, Kementerian Agama serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bergegas melakukan reformasi pendidikan nasional melalui penerbitan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025 tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk seluruh tingkatan madrasah dan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 126/P/2025 tentang Pedoman Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah di Indonesia.

 

KENAPA KURIKULUM BERBASIS CINTA PENTING?

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) ialah pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai-nilai cinta, empati, dan kepedulian sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran. Kurikulum itu mendorong siswa untuk memahami dan menghargai perbedaan, membangun hubungan yang harmonis dengan sesama, serta mengembangkan sikap positif terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Dengan demikian, Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif dan sosial. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan keniscayaan perubahan peradaban pendidikan pada madrasah berbasis peradaban cinta. Kurikulum ini diresmikan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Dr KH Basaruddin Umar, MA pada Kamis (24/7) malam.

Konsep cinta yang didengungkan dalam kurikulum ini mengacu pada perspektif filsafat, psikologi, sosiologi, dan perspektif beragam agama. Aristoteles (384-322 SM) menyebutkan bahwa cinta adalah keinginan seseorang untuk kebaikan dan kebahagian orang lain dan Plato (428-348 SM) menambahkan bahwa cinta adalah untuk bersatu dan tidak berubah dalam kebaikan abadi.

Sementara itu, Erich Fromm (1900-1980) mengartikan cinta sebagai alat untuk membangun hubungan yang seimbang dan saling menghormati. Hal senada juga disampaikan oleh pakar sosiologi dari Jerman, Max Weber (1864-1920). Cinta dalam perspektif beragam agama tecermin pada prinsip ‘perlakukan orang lain sebagaimana diri kita ingin diperlakukan’.

Menariknya, cinta dalam perspektif beragam agama ini merupakan the golden rule, yakni empati dan simpati kosmis. Output cinta yang diharapkan pada kurikulum ini dapat berupa suatu kekuatan transeden dan dinamis yang mampu menghubungkan individu dengan dirinya sendiri, orang lain, dan dunia di sekitarnya.

Dengan kata lain, madrasah yang berhasil mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta ini nantinya akan mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, berempati berkasih sayang, memiliki dan memahami secara mendalam tentang hubungan universal.

Selain itu, Kementerian Agama RI menaruh harapan besar kepada seluruh madrasah yang menerapkan KBC ini agar senantiasa menunjukkan perubahan nyata pada tiap-tiap madrasah berupa lingkungan belajar yang aman dan toleran (madrasah ramah anak), murid yang berkembang secara holistik (peserta didik sejahtera secara mental dan spiritual), dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan (madrasah ramah lingkungan).

 

PEMBELAJARAN MENDALAM: MEMBANGUN PEMAHAMAN YANG MEMULIAKAN SESAMA

Pembelajaran mendalam (deep learning) adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep secara mendalam, bukan sekadar hafalan atau penguasaan permukaan. Dalam pembelajaran ini, peserta didik diajak untuk mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman mereka, berpikir kritis, dan menerapkan apa yang dipelajari dalam konteks nyata. Pendekatan ini sangat efektif dalam membentuk kemampuan berpikir analitis dan kreatif.

Pada saat penyampaian materi kuliah umum di Universitas Negeri Malang (13 Februari 2025), Mendikdasmen Prof Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pembelajaran mendalam ini dapat dikaitkan dengan dua aliran, yakni aliran contructivism dan information processing. Artinya, dalam proses penerapannya, peserta didik mampu belajar membangun pengetahuan (construct knowledge), dan mengembangkan diri dalam proses mendapatkan informasi yang mendalam (deep level processing of information).

Selanjutnya, beliau menekankan bahwa ada tiga pilar di dalam pelaksanaanya, yakni mindful, meaningful, dan joyful. Mindful akan menimbulkan kesadaran peserta didik bahwa ia terlibat, membiasakan mereka mampu memuliakan orang lain (fully respect), dan memberikan ruang bagi mereka bagaimana mempelajarinya (belajar metakognisi atau knowing about learning).

Meaningful akan meningkatkan pemaknaan peserta didik tentang manfaat dan bagaimana dapat meningkatkan itu. Joyful yang dimaksud di sini bukan hanya sekadar funny learning (menyenangkan karena physical learning), melainkan juga mampu membuat peserta didik merasa dihargai, dapat diterapkan sendiri, dan ditemukan hal yang baru sehingga mereka mendapatkan makna yang diinginkan.

Ada beberapa prinsip fundamental yang mendasari implementasi deep learning di sekolah (Zaka, 2025). Pertama, konektivitas pengetahuan. Siswa diberikan kesempatan untuk menghubungkan materi baru yang diterima dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari sehingga pengetahuan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka.

Kedua, keterlibatan aktif. Siswa diajak untuk berpartisipasi secara langsung, baik secara kognitif maupun emosional dalam proses belajar. Dengan cara ini, siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir mandiri melalui penyelesaian masalah, baik dalam konteks diskusi maupun proyek langsung.

Ketiga, berpikir kritis dan relatif. Keempat, pembelajaran berbasis masalah. Melalui pendekatan ini, siswa dapat secara aktif menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi. Kelima, kolaborasi. Keenam, motivasi intrinsik. Motivasi internal sangat penting bagi siswa yang mana mereka dapat menyadari bahwa pengetahuan yang dipelajari memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan mereka melalui masalah-masalah yang mereka selesaikan.

 

KOLABORASI KBC DAN PEMBELAJARAN MENDALAM

Berkaitan dengan penjelasan keduanya, opini utama saya bertumpu pada beberapa poin esensial. Pertama, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menanamkan landasan moral yang kuat. Seperti menumbuhkan nilai-nilai kasih sayang, kejujuran, dan tanggung jawab.

Selanjutnya, kurikulum ini memberikan ‘filter’ moral yang penting bagi peserta didik dalam menghadapi kompleksitas dunia. Mereka belajar mempertimbangkan dampak tindakan mereka terhadap orang lain dan lingkungan serta menyadari sedari dini tentang informasi yang serba cepat dan sering kali menyesatkan.

Kedua, pembelajaran mendalam mendorong terbentuknya kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Tidak sekadar menghafal fakta, pendekatan ini juga mendorong siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Mereka diajak untuk menggali lebih dalam, mempertanyakan asumsi, dan menemukan solusi kreatif.

Ketika dikombinasikan dengan KBC, peserta didik tidak hanya mampu berpikir kritis, tetapi juga termotivasi untuk menggunakan kemampuan tersebut untuk kebaikan, untuk memecahkan masalah yang berdampak positif bagi masyarakat. Contohnya, siswa yang memahami isu perubahan iklim (pembelajaran mendalam) akan lebih termotivasi untuk bertindak (Kurikulum Berbasis Cinta) karena mereka peduli terhadap lingkungan.

Ketiga, kolaborasi ini menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. KBC, dengan penekanannya pada hubungan positif, mengurangi intimidasi dan menciptakan ruang dimana siswa merasa aman untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan melakukan kesalahan.

Ini sangat penting dalam pembelajaran mendalam, dimana kesalahan dianggap sebagai bagian integral dari proses belajar. Dengan dukungan dan kasih sayang, siswa berani mengambil risiko, bereksperimen, dan terus belajar tanpa rasa takut gagal.

Contoh konkret kolaborasi keduanya dapat diamati melalui pelaksanaan proses belajar-mengajar materi ‘klasifikasi makhluk hidup’ pada mata pelajaran biologi di madrasah. Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dapat dijadikan solusi ampuh untuk mewujudkan tujuan Kurikulum Berbasis Cinta.

Di samping peserta didik diajarkan untuk mampu mengenal dan memahami lebih dalam tentang klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, dan pemanfaatan bioteknologi dalam berbagai kehidupan nyata. Mereka diharapkan juga dapat mampu menyadari bahwa semua makhluk hidup adalah ciptaan Tuhan (cinta kepada Tuhan). Oleh karena itu, sudah semestinya mereka harus bersyukur atas ciptaan-NYA dan mampu menjaga serta melestarikan lingkungan hidup (cinta terhadap lingkungan).

Kesimpulannya, kolaborasi antara KBC dan pembelajaran mendalam adalah sebuah investasi penting dalam masa depan. Ini bukan hanya tentang menciptakan siswa yang pintar, melainkan juga siswa yang peduli, berempati, dan siap menghadapi tantangan dunia.

Dengan mengintegrasikan nilai-nilai moral dengan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah, kita dapat membangun fondasi yang kokoh bagi generasi penerus yang utuh, yang mampu membawa perubahan positif bagi dunia.

Dengan demikian, kolaborasi ini dapat diterapkan pada semua jenjang pendidikan, baik pada jenjang madrasah (raudatul atfal, madrasah ibtidaiah, madrasah sanawiah, dan madrasah aliyah) maupun pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar (TK dan SD) dan jenjang pendidikan menengah (SMP DAN SMK/SMA) di Indonesia.

 

[ad_2]