Arsip Tag: Jadi

Lisa Mariana Jadi Tersangka Kasus Dugaan Video Syur di Medsos

[ad_1]

loading…

Selebgram Lisa Mariana dan 1 pria ditetapkan tersangka kasus dugaan penyebaran video syur yang viral di media sosial. Foto: Dok Sindonews

BANDUNG – Selebgram Lisa Mariana dan 1 pria ditetapkan tersangka kasus dugaan penyebaran video syur yang viral di media sosial. Kepada polisi, Lisa mengakui telah merekam video syur tersebut.

“Setelah yang bersangkutan beberapa kali mangkir dan menyampaikan kesaksiannya saat pemeriksaan, ini sudah cukup dari hasil pemeriksaan dan yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka di Polda Jawa Barat,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Minggu (9/11/2025).

Baca juga: Lisa Mariana Jadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Ridwan Kamil

Tidak hanya Lisa, pemeran pria yang ada dalam video syur tersebut juga telah ditetapkan tersangka. Penetapan tersangka terhadap pemeran pria itu lebih dahulu dilakukan oleh polisi sebelum akhirnya Lisa ditetapkan sebagai tersangka pula.

“Dugaan kuat postingan dan sebagainya ada keterlibatan dan kesengajaan dari yang bersangkutan terhadap postingan yang beredar di dunia maya. Pemeran lelakinya juga sudah ditetapkan tersangka lebih awal. Ada satu pernyataan kuat yang bersangkutan sadar itu dia sebagai pelaku di video tersebut,” ungkapnya.

Di hadapan polisi, pemeran pria mengakui dialah yang ada dalam video itu. Begitu juga dengan Lisa Mariana mengakui merekam video syur.

“Yang bersangkutan sebagai pelaku keduanya secara sengaja merekam tindakan tersebut. Iya (mengakui) karena sudah kita berikan bukti saat kegiatan itu yang bersangkutan sadar,” kata Hendra.

(jon)

[ad_2]

Emerging Enterprise Jadi Penggerak Ekonomi Baru di Tengah Transformasi Industri

[ad_1]

Emerging Enterprise Jadi Penggerak Ekonomi Baru di Tengah Transformasi Industri
Forum Quorum 4.0 bertema What’s Next For Indonesia: Positioning Emerging Enterprise in The Era of Industrial Growth (Qverse)

Emerging enterprise dipandang sebagai motor baru penggerak ekonomi nasional di tengah arus transformasi industri, hilirisasi, dan digitalisasi yang kian pesat. Perusahaan-perusahaan muda ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja dan efisiensi bisnis, tetapi juga melahirkan inovasi yang memperkuat daya saing dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kesimpulan tersebut mengemuka dalam forum Quorum 4.0 bertema What’s Next For Indonesia: Positioning Emerging Enterprise in The Era of Industrial Growth yang digelar oleh Qverse bekerja sama dengan Init-6 Venture Capital. Forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan antara pemerintah, investor, dan pelaku industri mengenai arah pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan kewirausahaan.

Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan Arief Wibisono menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan stimulus untuk mendukung pelaku usaha di Indonesia. Ia menekankan pentingnya menciptakan ekosistem bisnis yang sehat, inovatif, dan mendorong tumbuhnya wirausaha baru.

“Pemerintah berkomitmen memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui dukungan terhadap pelaku usaha yang berorientasi inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.

CEO Qverse, Gena Bijaksana, menilai momentum pertumbuhan industri Indonesia perlu diimbangi dengan kolaborasi lintas sektor.

“Pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan inovasi dan kolaborasi. Melalui Quorum, kami berupaya menjembatani kolaborasi antara regulator, investor, dan para founder agar tercipta dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” jelas Gena.

Sementara itu, Founding Partner Init-6 Achmad Zaky menyebut masa depan Indonesia tidak hanya bertumpu pada teknologi atau investasi semata, melainkan pada kemampuan membangun ekosistem bisnis yang tangguh dan produktif.

“What’s next for Indonesia adalah bagaimana kita menciptakan ekosistem bisnis yang kuat dan siap bersaing secara global,” tandasnya.

Dalam sesi panel pertama, Phillia Wibowo, Partner McKinsey & Company Asia Tenggara, bersama Indiana Jusi, Engagement Manager McKinsey, memaparkan hasil riset McKinsey Global Institute berjudul The Enterprising Archipelago: Propelling Indonesia’s Productivity. Keduanya menegaskan bahwa produktivitas nasional tidak hanya ditentukan oleh financial capital, tetapi juga oleh human capital, institutional capital, infrastructure capital, dan entrepreneurial capital.

Menurut mereka, Indonesia perlu memperkuat organisasi yang adaptif dan tenaga kerja dengan keterampilan tinggi agar mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar dan kompetitif di pasar global.

Investor Global Masih Percaya pada Potensi Indonesia

Stefanus Ade Hadiwidjaja, Managing Director Investment Danantara, menilai Indonesia tetap menjadi destinasi strategis bagi investor global berkat besarnya pasar kelas menengah dan populasi muda yang dinamis. Namun, ia mengingatkan para founder agar menjaga tata kelola bisnis yang transparan dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Pasar Indonesia sangat potensial, tetapi keberhasilan jangka panjang ditentukan oleh fondasi bisnis yang solid dan akuntabel,” katanya.

Dari sisi kebijakan makro, Telisa Falianty, Ketua Komite Kajian Ekonomi Regional Kadin Indonesia, menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan ekonomi dan penguatan kapasitas kelembagaan agar momentum pertumbuhan dapat dijaga.

“Regulasi yang konsisten, investasi infrastruktur, dan kolaborasi lintas lembaga adalah kunci untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing global,” ujarnya.

Sementara itu, Amira Ganis, Founder Brawijaya Healthcare Group, menekankan bahwa pelaku usaha perlu menumbuhkan empati sosial di tengah ambisi bisnis.

“Bisnis tidak hanya diukur dari valuasi, tapi dari seberapa besar dampak yang dihasilkan terhadap kesejahteraan masyarakat. Integritas dan tanggung jawab sosial harus menjadi nilai utama bagi setiap founder,” tegasnya. (E-3)

[ad_2]

KPU Kabupaten Badung Jadi Pilot Project Zona Integritas di Bali

[ad_1]

KPU Kabupaten Badung Jadi Pilot Project Zona Integritas di Bali
KPU Kabupaten Badung Bali melakukan penandatanganan Piagam Pencanangan Zona Integritas, Rabu (29/10).(DOK KPU Badung)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung, Bali, mencanangkan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Gedung Graha Pemilu Alaya Giri Nata, Rabu (29/10). 

Ketua KPU Kabupaten Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra menegaskan, KPU Badung menjadi pilot project Zona Integritas di lingkungan KPU se-Bali. Ia menekankan pentingnya transparansi dan pelibatan publik dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“KPU Badung jadi pilot project Zona Integritas di lingkungan KPU se-Bali,” ujar Yusa Arsana Putra.

Dengan dilaksanakannya pencanangan pembangunan Zona Integritas ini, lanjut Yusa Arsana Putra, seluruh jajaran KPU Kabupaten Badung berkomitmen berada  dalam instrumen yang sama untuk melaksanakan enam manajeman perubahan untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih optimal dan bebas dari korupsi 

“Dengan pencanangan ini, KPU Kabupaten Badung meneguhkan komitmen membangun birokrasi yang bersih, transparan, dan melayani, menuju KPU Badung yang berintegritas,” tegas Yusa Arsana Putra.  Pihaknya juga  mendorong dilakukannya evaluasi berkelanjutan dan pembaruan digital agar pelayanan KPU semakin responsif dan profesional.

Pada kegiatan itu juga dilaksanakan  pembacaan dan  penandatanganan Piagam Pencanangan Zona Integritas oleh Ketua KPU Kabupaten Badung, serta juga dari perwailan KPU Provinsi Bali sebagai saksi, unsur Forkopimda dan instansi terkait.

Sebagai wujud  komitmen dalam pembangunan zona integritas juga dilaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama  oleh seluruh komponen di lingkungan KPU Kabupaten Badung dari tingkat pimpinan hingga staf pelaksana terbawah.

Sementara itu I Gede John Darmawan, perwakilan dari KPU Bali dalam arahannya menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan langkah strategis yang wajib diterapkan di seluruh satuan kerja KPU kabupaten/kota.  (H-1)

 

[ad_2]

Catat Skor 680,75 Poin, PLN EPI Didapuk Jadi Industry Leader di Ajang IQEF2025

[ad_1]

loading…

PLN EPI meraih penghargaan IPEA predikat Best in Class dalam ajang Indonesia Quality Excellence Festival (IQEF) 2025. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meraih penghargaan Indonesia Performance Excellence Award (IPEA) predikat Best in Class dalam ajang Indonesia Quality Excellence Festival (IQEF) 2025 di Surabaya, Kamis (9/10) lalu.

Penghargaan ini diberikan setelah PLN EPI setelah menjalani proses assessment atas Kinerja Perusahaan berdasarkan Baldrige Excellence Framework 2024–2025 Criteria yang berlangsung sejak 25 Agustus hingga 29 Agustus 2025.

Menurut hasil penilaian dari Tim Asesor IPEA 2025, PLN EPI berhasil mencapai skor total 680,75 poin, yang menempatkannya pada kategori Best in Class sesuai Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) atau setara dengan band Industry Leader. Capaian ini meningkat signifikan dibanding tahun 2024, di mana PLN EPI memperoleh skor 630,63 dan berada pada band Emerging Industry Leader menurut Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) BUMN. Dengan demikian, terdapat peningkatan sebesar 50,12 poin, menegaskan konsistensi PLN EPI dalam mengimplementasikan sistem manajemen kinerja berbasis keunggulan.

Baca Juga: PLN EPI-Farmindo Multi Dimensi Kerja Sama Kelola Limbah Jadi Energi

Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga rantai pasok energi nasional melalui tata kelola dan sistem kinerja yang unggul.

“Penghargaan ini merupakan landasan penting bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan serta kinerja perusahaan secara efektif dan efisien dalam menjaga rantai pasok energi. Keberhasilan ini adalah keberhasilan bersama. Tanpa dedikasi dan sinergi kuat dari setiap pegawai, pencapaian ini tentu sulit terwujud,” ungkap Rakhmad dalam keterangannya, Sabtu (25/10/2025).

Lebih lanjut, Rakhmad menjelaskan bahwa melalui penerapan Baldrige Excellence Framework, PLN EPI berkomitmen untuk terus meningkatkan standar kinerja sesuai praktik terbaik dunia, sekaligus menempatkan diri sebagai bagian dari pemimpin industri energi primer yang andal dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan visi PLN EPI untuk menjadi Perusahaan Global dalam Solusi Energi Primer Terintegrasi.

[ad_2]

Kolaborasi Jadi Kunci Ekosistem Digital Nasional

[ad_1]

loading…

CEO iNews Media Group Angela Tanoesoedibjo saat menjadi pembicara dalam Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di The Hub Epicentrum. Foto/Aldhi Chandra

JAKARTA – Transformasi digital di Indonesia menuntut kolaborasi lintas-sektor agar ekosistem industri tumbuh bersama. Setiap pelaku harus saling terhubung agar mampu bertahan menghadapi disrupsi teknologi.

Model kerja terintegrasi menjadi langkah strategis demi menjaga kepercayaan publik di tengah arus informasi cepat. Kolaborasi menjadi fondasi agar inovasi dan kredibilitas media berjalan beriringan.

Hal itu disampaikan CEO iNews Media Group Angela Herliani Tanoesoedibjo dalam diskusi panel “Membangun Ekosistem Digital Lintas Industri” pada Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Angela Tanoesoedibjo: Kolaborasi Jadi Kunci Ekosistem Digital Nasional

Baca juga: Hadapi Era AI dan Disrupsi Teknologi, Media Harus Cepat Beradaptasi

Ia menilai, media kini berperan sebagai penghubung antara industri dan masyarakat. Pola bisnis media harus menyesuaikan perilaku audiens yang serba digital. Adaptasi menjadi langkah penting agar media tetap relevan.

Angela menjelaskan, iNews Media Group telah menjalankan restrukturisasi besar menghadapi lanskap digital baru. Porsi sumber daya manusia kini dibagi seimbang antara digital dan broadcast.

[ad_2]

Insentif Guru Honorer Naik Jadi Rp400 Ribu Tahun Depan

[ad_1]

loading…

Insentif guru honorer tahun depan akan naik. Para guru honorer akan menerima insentif Rp400 ribu setiap bulannya. Foto/Dok SindoNews

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa insentif guru honorer tahun depan akan naik. Para guru honorer akan menerima insentif Rp400 ribu setiap bulannya.

“Tunjangan guru honorer atau insentif itu kita naikkan Rp100.000, sehingga mulai tahun depan guru-guru honorer akan mendapatkan insentif sebesar Rp400.000 per bulan,” kata Mu’ti dalam acara Taklimat Media di kantornya, Rabu (22/10/2025).

Dana insentif ini akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru. Dia mengatakan, kenaikan insentif ini merupakan terobosan dari Kemendikdasmen untuk kesejahteraan guru.

Baca juga: PGRI Tuntut Perlindungan Hukum Guru Honorer, PDIP: Pemerintah Jangan Beri Janji Kosong

Dalam kesempatan itu, Mu’ti juga menyampaikan kalau insentif guru honorer tahun anggaran 2025, telah dibayarkan telah dibayarkan sekaligus selama 7 bulan. Artinya, guru honorer telah menerima dana insentif sebesar Rp2,1 juta.

“Tahun ini untuk 7 bulan diberikan satu kali pada bulan Juli yang lalu, sehingga masing-masing guru honorer menerima Rp2,1 juta untuk tahun 2025,” ujarnya.

[ad_2]

40 Nama Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Ada Soeharto, Gus Dur hingga Marsinah

[ad_1]

loading…

Kemensos secara resmi menyerahkan daftar usulan 40 nama pahlawan Nasional. Dalam daftar itu ada nama mantan Presiden Soeharto, Gus Dur hingga Marsinah. Foto/Felldy Asyla Utama

JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) secara resmi menyerahkan daftar usulan 40 nama Pahlawan Nasional kepada Menteri Kebudayaan (Menbud) sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan tanda kehormatan (GTK), Fadli Zon. Dalam daftar itu ada nama mantan Presiden Soeharto, Gus Dur hingga Marsinah.

“Ada 40 nama secara keseluruhan yang kami usulkan, yang telah dianggap memenuhi syarat,” kata Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Baca juga: Usulan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional ke Soeharto, Wamensos: Keputusan di Istana

Kendati demikian, Gus Ipul tak merincikan daftar nama-nama usulan Pahlawan Nasional tersebut. Dia menyebut, nama-nama ini ada yang sudah diusulkan beberapa tahun lalu, tapi ada juga yang diusulkan pada tahun ini.

[ad_2]

Satu Tahun Pemerintahan Jadi Momentum Tepat Prabowo Evaluasi Kabinet Merah Putih

[ad_1]

loading…

Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto menjadi momentum emas bagi kepala negara untuk mengevaluasi secara menyeluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Foto: Dok Sindonews

JAKARTA – Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto menjadi momentum emas bagi kepala negara untuk mengevaluasi secara menyeluruh jajaran Kabinet Merah Putih . Dalam periode singkat ini, tentu ada sejumlah capaian, tapi juga banyak target yang jauh dari harapan.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, menteri bukan sekadar pembantu presiden, tapi juga penentu keberhasilan program dan janji politik presiden kepada rakyat. “Faktanya, masih ada menteri yang justru menjadi beban, bukan solusi,” ujar Pangi, Selasa (21/10/2025).

Baca juga: Satu Tahun Prabowo-Gibran, Menko Polkam Djamari: Kondisi Politik dan Keamanan Sangat Kondusif

Presiden sudah memberikan sinyal tegas. Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan tidak akan ragu untuk me-reshuffle menteri nakal yang sudah tiga kali diingatkan.

Karena itu, Pangi memandang bahwa presiden harus berani menggunakan hak prerogatifnya secara tegas dan tepat. Menteri yang selama satu tahun tidak menunjukkan hasil nyata harus segera dicopot.

“Negara tidak butuh pejabat yang hanya sibuk pencitraan, asal setor muka, atau sekadar memberikan kabar gembira tanpa kerja nyata,” ucapnya.

Menurut dia, program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, sekolah rakyat, layanan kesehatan gratis, subsidi upah, swasembada pangan, dan pelayanan haji, tidak boleh diserahkan kepada orang yang salah.

[ad_2]

Prabowo Bakal Ubah Sampah Jadi Listrik dalam 2 Tahun, Salah Satunya Bantar Gebang

[ad_1]

loading…

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 34 PLTSa di seluruh Indonesia dalam dua tahun ke depan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Foto: Biro Setpres

JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di seluruh Indonesia dalam dua tahun ke depan. Proyek strategis ini akan dijalankan melalui Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah untuk menyulap tumpukan sampah di kota-kota besar menjadi sumber energi listrik.

Baca juga: Presiden Prabowo: TNI Anak Kandung Rakyat, Siap Mati untuk Rakyat

Prabowo menuturkan penanganan limbah kini menjadi prioritas nasional mengingat volume sampah di beberapa daerah telah mencapai tingkat mengkhawatirkan.

“Bantar Gebang saya dapat laporan sudah mencapai puluhan juta ton. Limbahnya 55 juta ton sudah menggunung. Kalau terjadi hujan deras itu bisa membahayakan kampung di sekitarnya,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025) atau bertepatan dengan satu tahun pemerintahannya.

[ad_2]

Utang Luar Negeri Indonesia Turun 4,2% per Agustus 2025 Jadi USD431,9 Miliar, BI Jaga Tetap Sehat

[ad_1]

loading…

Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2025 tumbuh melambat dibandingkan Juli 2025 sebelumnya. Foto/Dok

JAKARTABank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2025 tumbuh melambat dibandingkan Juli 2025 sebelumnya. Posisi ULN Indonesia pada Agustus 2025 tercatat sebesar USD431,9 miliar atau menurun 4,2% dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juli 2025 sebesar USD432,5 miliar.

“Perkembangan ini terutama bersumber dari melambatnya pertumbuhan ULN sektor publik dan kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Kamis (16/10/2025).

Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 2,0% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 4,2% (yoy) pada Juli 2025. Menurut Ramdan, posisi ULN pemerintah tumbuh melambat. Pada Agustus 2025 posisi ULN pemerintah tercatat sebesar USD213,9 miliar, atau tumbuh sebesar 6,7% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan 9% (yoy) pada Juli 2025.

Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) seiring ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi. Baca Juga: Utang Indonesia Diprediksi Bengkak Tembus Rp10.360 Triliun di 2026

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel, serta pemanfaatannya terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas yang mendorong keberlanjutan dan penguatan perekonomian nasional.

[ad_2]